Toxoplasmosis : Waspada bagi penggemar Kucing

Toxoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh sporozoa Toxoplasma gondii, yaitu suatu parasit intraselluler yang banyak terinfeksi pada manusia dan hewan peliharaan. Penderita toxoplasmosis sering tidak memperlihatkan suatu gejala klinis yang jelas sehingga dalam menentukan diagnosis penyakit toxoplasmosis sering terabaikan. Penyakit toxoplasmosis mengenai wanita hamil trismester ketiga dapat mengakibatkan hidrochephalus, khorioretinitis, tuli atau epilepsi.

Toxoplasma gondii terdapat dalam 3 bentuk yaitu bentuk takizoit, kista (bradizoit) dan ookista. Ookista mempunyai hospes definitive yaitu kucing yang apabila tanpa sengaja tertelan oleh manusia maka akan berubah menjadi bentuk takizoit. Ookista yang berukuran 10-12 um. Ookista terbentuk di sel mukosa usus kucing dan dikeluarkan bersamaan dengan feces kucing. Dalam epitel usus kucing berlangsung siklus aseksual atau schizogoni dan siklus atau gametogeni dan sporogoni. Yang menghasilkan ookista dan dikeluarkan bersama feces kucing. Kucing yang mengandung Toxoplasma gondii dalam sekali exkresi akan mengeluarkan jutaan ookista

Bila ookista ini tertelan oleh hospes perantara seperti manusia, sapi, kambing atau kucing maka pada berbagai jaringan hospes perantara akan dibentuk kelompok-kelompok takizoit yang membelah secara aktif. Pada hospes perantara tidak dibentuk stadium seksual tetapi dibentuk stadium istirahat yaitu kista (pseudokista). Bila kucing makan tikus yang mengandung kista maka terbentuk kembali stadium seksual di dalam usus halus kucing tersebut. Takizoit berbentuk oval dengan ukuran kira kira 3–7 um, dapat menginvasis semua sel mamalia yang memiliki inti sel. Bila infeksi menjadi kronis takizoit dalam jaringan akan membelah secara membentuk pseudokista yang membelah secara lambat dikenal dengan bradizoit.

Patogenesis
Toksoplasmosis pada manusia didapat dari masuknya jaringan kista pada daging yang terinfeksi atau ookista pada makanan yang tercemar kotoran kucing. Toxoplasma gondii dapat menyebar baik secara lokal ke nodus limfe mesentrik maupun ke organ-organ yang cukup jauh dengan menyerang kelenjar-kelenjar limfe dan darah. Gambaran klinis akan tampak setelah beberapa waktu dari rusaknya jaringan dari beberapa organ yang terinfeksi, khususnya yang vital dan penting seperti mata, jantung, dan kelenjar adrenal. Nekrosis pada jaringan biasanya disebabkan oleh multiplikasi intraselular dari takizoit. Toksoplasmosis oportunistik pada pasien AIDS biasanya terjadi karena reaktivasi dari infeksi kronik. Lesi predominan dari toksoplasmosis ensefalitis pada pasien-pasien ini adalah nekrosis yang terkadang menghasilkan abses multiganda.

Infeksi Toksoplasma Kongenital
Secara umum bahwa transmisi toksoplasmosis kongenital muncul hanya ketika infeksi Toxoplasma gondii didapat selama masa gestasi. Ada korelasi positif yang sangat bermakna antara isolasi toksoplasma dari jaringan plasenta dan infeksi pada neonatus. Sebagai suatu standar, isolasi positif menandakan adanya infeksi dan isolasi negatif menandakan tidak adanya infeksi pada neonatus. Korelasi ini merupakan hasil penelitian dari otopsi neonatus dengan toksoplasmosis kongenital dan mengindikasikan bahwa infeksi tersebut didapat oleh fetus melalui uterus via pembuluh darah. Hal ini menandakan bahwa plasenta adalah suatu organ yang sangat penting dalam menghubungkan infeksi maternal dan fetus dimana organisme tersebut mencapai plasenta selama periode parasitemia pada ibu yang terinfeksi.

Infeksi kongenital bisa subklinis (jika titer positif, tetapi asimtomatis). Bisa juga infeksi toksoplasmosis kongenital ringan (jika bayi tampaknya normal dan berkembang secara normal juga pada penelitian selanjutnya tidak dijumpai adanya retardasi mental maupun kerusakan neurologik, akan tetapi pada pemeriksaan selanjutnya dijumpai adanya luka parut pada retina/pemeriksaan pada fundus). Dan yang paling parah infeksi toksoplasmosis kongenital berat, tetapi masih lahir (jika didapatkan korioretinitis dan kalsifikasi intrakranial pada bayi) atau meninggal segera setelah dilahirkan. Risiko infeksi toksoplasma terhadap fetus sangat berhubungan dengan waktu/kapan infeksi maternalnya muncul. Jika infeksi toksoplasma terjadi pada bulan-bulan terakhir dari kehamilan, umumnya parasit tersebut akan ditularkan ke fetus, tetapi infeksi yang terjadi umumnya subklinis pada saat kelahiran. Jika ibu hamil terjangkit lebih awal, pada bulan ketiga kehamilan maka transmisi ke fetus umumnya lebih jarang akan tetapi akibat yang ditimbulkan akan sangat fatal.

Untuk menghindarkan hal tersebut diatas seorang ibu hamil sebaiknya menjauhkan diri dari kucing sebagai hospes definitifnya atau makan daging yang kurang matang. Selain itu selama masa kehamilan ibu harus dipantau serologi sehingga kalau terjadi infeksi primer diketahui secara dini.

28 Comments

  • At 2009.05.14 02:03, LuXsmaN said:

    PetromAkS gak Ya….????

    • At 2009.05.14 02:07, LuXsmaN said:

      wah nice info….

      Wah Deteksi iso ketularan gak ya???? kan melihara kucing dan juga HamiL…..

      LuXsmaN, postingan yang terakhir… Global Warming

      • At 2009.05.14 02:12, olip said:

        untung aku gak suka sama si meong …

        xxixix..

        nice post mamah ajeng …

        olip, postingan yang terakhir… Musik ku

        • At 2009.05.14 02:18, galuharya said:

          wah ternyata ada resikoo di balik kelucuan kucing yah mbak ajeng

          terima kasih infonya

          galuharya, postingan yang terakhir… cinta dan sayang

          • At 2009.05.14 02:20, yuanitaz said:

            Nice posting mba..gmn klo dtambahin info serologis n terapinya…
            Keep posting mba…terutama yg informatif spt ini..:-)

            • At 2009.05.14 02:29, muslimah said:

              waduh ada dr. yuanita .. Insya Allah next posting yah nitz aku akan bahas intrepretasi hasil kronik akut infeksi serta penatalaksanaannya

              • At 2009.05.14 02:54, jafis said:

                okey..thanks infonya

                *sambil mengungsikan kucing ke rumah tetangga…hehehhe

                jafis, postingan yang terakhir… kenapa anda belum berhasil menikah ?

                • At 2009.05.14 03:29, kiky said:

                  waaahhh,,,untung aku dah aware jauh2 hari sebelum planning hamil, kucing2 ku sdh aku ungsiin dan dibuang sejak aku planning hamil, dan setelah dokterku ngasih antivirus alhamdullilah aku gak kena tokso.

                  • At 2009.05.14 03:36, bunda nurul said:

                    Assalamu’alaikum Wr Wb

                    Ngeri juga ya, padahal aku seneng banget ma kucing, meskipun gak pelihara tapi senang elus kucing peliharaan teman/saudara.
                    Trimakasih infonya, semoga bermanfaat bagi semua. Amin

                    Wassalamu’alaikum Wr Wb

                    • At 2009.05.14 05:08, Xitalho said:

                      Para ibu-ibu kudu lebih berhati-hati lagi sama Gerombolan TORCH ini..

                      Xitalho, postingan yang terakhir… Kenali Dirimu

                      • At 2009.05.14 07:27, DETEKSI said:

                        kucinge awak ndewes sehat pek, dirawat, dimandiin tiap hari, pake bedak, pake parfum.. bersih dan wangi..

                        pup-nya juga tidak sembarang tempat. insyalloh sehat

                        • At 2009.05.14 12:34, Sarimin said:

                          Hiii…untung aja udah punya anak 5 ekor… :)

                          • At 2009.05.14 19:30, mbah sangkil said:

                            bukannya semua binatang bisa menjadi carrier dari si protozoa ini kan mbak?

                            dulu ada teman yg kena penyakit ini, kalo datang bulang udah kayak orang kesurupan, kesakitan sampe pucat2

                            mbah sangkil, postingan yang terakhir… Ayo Jangan Terlena

                            • At 2009.05.14 21:00, fithraw said:

                              wah mbak…ternyata hydrochepalus itu bisa disebabkan oleh virus ini yaa…
                              hmmm…
                              makasih infonya… :D

                              • At 2009.05.14 23:04, mie2nk said:

                                wah, untung aku ga suka melihara kucing….

                                kebetulan juga saudara ga ada yang suka kucing….

                                • At 2009.05.15 19:07, ario saja said:

                                  ngeri juga jadinya yah deket2 ma kucing

                                  • At 2009.05.16 01:26, hajriansyah said:

                                    bagi saya yang awam ini, yg menarik hanyalah nama-nama penyakit yg aneh itu, selebihnya cuek. tapi, jika membaca tulisan2 semcam ini saya jadi mengimajinasikan, betapa di dalam tubuh kita yg nampak bugar–dari luar–ini merupakan rumah/ ruang bergerak yg luas bagi tak hanya potensi2 yg menggerakkan kita, tapi juga cikal penyakit yg aneh2 itu, hingga suatu waktu badan kita ambruk baru kita sadar ‘kenyataan’ sesungguhnya.
                                    …ah, sudah sampai di mana saya ngelanturnya? hehe…
                                    nice post. salam

                                    hajriansyah, postingan yang terakhir… Lelaki Pemburu Petir

                                    • At 2009.05.16 06:28, Ardy Pratama said:

                                      wdeh, calon bini lg suka2x mlhara kcing nig.kudu bru2 kbarin… thnks bgt info yg brmnfaatx…

                                      • At 2009.05.16 23:48, JAUHDIMATA said:

                                        untung aku gak suka kucing, bunda.

                                        JAUHDIMATA, postingan yang terakhir… Tang Ting Tung (plurk)

                                        • At 2009.05.17 00:41, Anang said:

                                          Untung dia ga suka kucing.

                                          • At 2009.05.17 21:13, senoaji said:

                                            Bweh!!! emoh mbak, aku liat sendiri korbannya kayak apa… emoh pokoke horor

                                            senoaji, postingan yang terakhir… Amity

                                            • At 2009.05.20 23:39, Dab Penyo said:

                                              Temenku ada yg kena penyakit neh, dah nikah beberapa th blm jg dikasih momongan. Smp skrg pengobatan msh jln trus!
                                              Sbg informasi kt dokternya, penyakit ini TDK BISA disembuhkan, hanya bisa dijaga agar tidak meyebar/ makin parah aja!
                                              Tp pengidap penyakit ini ga usah berkecil hati, msh bisa punya momongan, tp harus telaten & pengobatan jln trus.
                                              Temen anak saya yg TK, ibunya punya penyakit toxo, tp anaknya lahir dg selamat & normal (sehat)

                                              Dab Penyo, postingan yang terakhir… Optimalkan USB drive dengan NTFS

                                              • At 2009.06.05 07:19, endar said:

                                                teman saya ada yang kena, kasihan anaknya sudah 4 tahun belum lancar ngomong dan jalan. pertumbuhannya menjadi terganggu

                                                • At 2010.09.15 11:30, donny said:

                                                  mungkin bisa ditambahkan kalau tokso ini juga menyebar melalui konsumsi daging yang kurang matang dalam memasaknya. semisal sate, steak atau daging apa pun yang dibakar. Itu keterangan dari dokter kandungan istri saya…

                                                  • At 2010.12.21 05:08, nirwana said:

                                                    bukan cuma kucing pemenyebar toksoplasma,, malah sebenarnya kucing adalah binatang yang berih. Tokso itu bisa menghinggap semua hewan peliharaan, termasuk AYAM, ANJING, KAMBING, dll…
                                                    Penularan terhadap manusia justru terjadi lebih banyak melalui daging ayam atau kambing yang kita makan tapi tidak kita masak dengan benar.
                                                    Melalui kucing,, tokso hanya menyebar melalui fesesnya, BUKAN melalui BULUnya…
                                                    Hal ini yang kadang salah dimengerti oleh orang2, dan langsung nge-judge bersalah hewan lucu ini…

                                                    Uhm,, nabi Muhammad penyayang kucing,, dan beliau ternyata bisa memiliki keturunan…

                                                    • At 2011.03.02 17:03, dewi said:

                                                      KUCING BUKAN SATU2NYA PENYEBAR TOXO. Info lebih lanjut baca http://www.kucingkita.com
                                                      Makan lalapan juga bisa kena toxo lho Jeung. Temanku dari kecil sudak kucing. Tidurnya bareng kucing pula. Aku juga gitu. Anak2 kamu sehat dan cerdas. So, balik lagi dgn gimana cara miara kucing2 itu.

                                                      • At 2011.03.13 21:28, mbahlawoe said:

                                                        Nabi menekankan di beberapa hadisnya bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci. Lantas kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

                                                        Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

                                                        Pada permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

                                                        Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

                                                        Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

                                                        Hasil yang didapatkan adalah:

                                                        1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
                                                        2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
                                                        3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
                                                        4. Hanya sekali kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
                                                        5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

                                                        Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

                                                        Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman
                                                        Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit. Subhanallaah !

                                                        Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia. (baca: Inilah sebabnya jika terkena liur anjing harus dibasuh dengan tanah).

                                                        Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.

                                                        Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll) Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tdk banyak berjemur dan tidak dekat2 dgn air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

                                                        Tetapi ketika sebagian dokter dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan dan Ia lebih bersih dari manusia, banyak dari pembaca situslakalaka yang mengkhawatirkan keberadaan Toxoplasma pada kucing, benarkah toxoplasma itu virus? ataukah hanya sekedar parasit yang bisa menempel pada tubuh makhluk yang hidup?

                                                        Mengapa Toxoplasma disebabkan oleh kucing?

                                                        Kucing dapat tertular akibat memakan hewan mangsanya (tikus, burung dll) atau daging mentah yang tercemar toxoplasma. Anak kucing dapat pula tertular sejak lahir dari induk yang terinfeksi.
                                                        Dari gambaran tersebut diatas dapat disimpulkan 4 hal yaitu:
                                                        1. kucing yang ‘memproduksi’ telur toxoplasma hanyalah kucing yang terinfeksi toxoplasmosis
                                                        2. telur-telur toxoplasma hanya dikeluarkan bersama kotoran kucing penderita. Jadi tidak benar anggapan yang menyebutkan bulu kucing menularkan toxoplasma, kecuali pada bulu tersebut menempel kotoran dengan telur toxoplasma. Tetapi mungkin bulu kucing yang beterbangan akan sangat mengganggu terutama yang alergi.
                                                        3. kucing rumahan yang selalu mendapat makanan dan minuman yang bersih dan higienis, serta kebersihan dan kesehatannya terjaga dengan baik sangat kecil kemungkinan terserang toxoplasmosis. Dalam hal ini kucing liar yang ada di sekitar kita inilah yang sangat berpotensi menularkan toxoplasmosis. Mengurangi/menekan populasi kucing liar mungkin akan mengurangi potensi serangan toxoplasma. Inilah tantangannya.
                                                        4. untuk menjadi seorang yang terifeksi toxoplasmosis tidak harus memelihara kucing artinya orang yang memelihara kucing belum tentu akan terserang toxoplamosis. Penularan lebih terkait dengan pola hidup dan kebersihan lingkungan.

                                                        Beberapa tahun lalu Dinas Peternakan DKI pernah melakukan survei toxoplasma pada kambing dan domba. Hasilnya lebih dari 75% kambing-kambing di DKI dinyatakan positif toxoplasma. Temuan ini didukung data dari Makmal FKUI bahwa lebih dari 50% manusia yang positif toxoplasma (yang memeriksakan diri ke Makmal FKUI) tidak pernah memelihara kucing di rumahnya. Sampai saat ini belum ada vaksinasi untuk mencegah toxoplasmosis pada kucing. Namun demikian kita dapat mencegahnya dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya. Berilah makanan yang sudah dimasak atau makanan jadi khusus untuk kucing (catfood) yang banyak tersedia di supermarket dan petshop. Pemberian makanan yang cukup dapat mencegah kucing berburu tikus, burung, dan lain-lain. Mandikan kucing dengan shampoo 2 minggu sekali. Berikan obat cacing setiap 3 bulan, serta lakukan vaksinasi secara teratur setiap tahunnya.
                                                        Demi mencegah penularan, sebaiknya kita selalu menjaga kebersihan. Biasakan mencuci tangan dan bahan makanan serta peralatan makan-minum dengan baik, terutama anda yang suka makan lalapan dan hobi berkebun. Biasakan pula makan daging yang telah dimasak dengan sempurna. Mudah bukan? Jadi tidak perlu phobia dengan kucing.

                                                        • At 2011.03.16 16:24, dewi said:

                                                          Nambahin ya. Sebetulnya jika tubuh manusia terjangkit kuman toxo, secara otomatis tubuh akan membentuk antibody guna menangkis kuman tsb. Masa terbentuk antibodi ini memang lumayan lama sekitar 2 thn. Tapi apabila sudah ada antibodi toxo dalam tubuh kita, maka tubuh kita selanjutnya akan kebal terhadap toxo. Sumber ini saya dapat dari majalah FAUNA tapi edisinya lupa. Yang perlu diwaspadai adalah apabila saat hamil terkena toxo maka akan menulari janin. Jadi sebetulnya penularan toxo bisa dicegah dengan perencanaan kehamilan yang matang. Dan lagi sering kali yang berusaha setengah mati menjauhi kucing justru ketiban toxo saat kehamilannya. Krn tubuh mereka belum sempat membetuk antibodi toxo. Kucing bukan satu2nya media penularan toxo. Yang lebih berpotensi adalah sate, steak, atau lalapan krn lalapan biasanya menggunakan sayuran mentah kan? Sedangkan ada kuman yg tidak mati jika hanya disiram air panas.

                                                          (Required)
                                                          (Required, will not be published)

                                                          CommentLuv badge