Tanda Tanya Hanung Bramantyo


“Saya pilih tempat di Semarang. Alasannya, karena di sana ada lima agama, tapi tidak pernah terjadi penusukan terhadap orang-orang agama. Ini sebuah film yang menceritakan kegelisahan saya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, Saya pribadi dan temen-temen yang ada di sini ingin berstatmen dalam bentuk film,” tukas Hanung saat syukuran dan Prescon pembuatan film ? (tanda tanya) di Radja Restauran, Gandaria Plaza

Lewat Film terbarunya  Hanung Bramantyo sebagai sutradara kembali menuai kontroversi, lewat Film yang berjudul “?” (tanda tanya) yang dengan beraninya mengangkat isu sensitif  yaitu  toleransi antar ummat beragama. Meski tidak dipungkiri toleransi yang digambarkan melukai banyak pihak terutama umat muslim yang dengan gegabah dipertontonkan. Banyak ide – ide menyesatkan yang dikemas dengan cinematografi yang terbungkus apik.

Pluralitas atau keberagaman yang ada di negeri ini memang sebuah realitas.   Toleransi tidak pernah menyangkal adanya perbedaan, dengan perbedaan itu  bisa menghargai satu sama lain. Negeri yang multikultur ini mungkin akan terasa lebih damai dan menyejukkan apabila membiarkan setiap orang meyakini paham dan ideologinya masing-masing namun seorang Hanung Bramantyo mengesampingkan prinsip dasar tesebut. “Toleransi tetap bisa terjalin tanpa harus mengorbankan keyakinan keagamaan masing-masing, karena kerukunan umat beragama dapat terwujud bila masing-masing pemeluk agama tetap dengan klaim kebenarannya masing-masing ” Perbedaan ini bisa mengalunkan simfoni yang indah bak sebuah sajian orchestra ibarat sebuah bangunan maka perbedaan memiliki fanatisme masing-masing yang tidak bisa dileburkan, kalau ingin berkedok pluralismepun ibarat sebuah bangunan. Batu bata, semen maupun pasir memiliki fungsinya sendiri sendiri yang tidak mungkib batu bata sama dengan semen atapun pasir.

Saya sangat senang dengan analogi yang digunakan oleh matasinema sebagai berikut : Apa jadinya jika masing-masing instrumen musik yang bersuara indah ini dipaksakan berbaur satu sama lain? Apakah masih indah suara biola jika dipaksakan memakai senar gitar? Apakah masih merdu jika sebuah kecapi dimainkan dengan penggesek biola? Apakah indah terdengar suara gendang yang ditabuh dengan menggunakan pemukul gamelan?

Muslimah menjadi katolik karena poligami

Murtad disebabkan karena poligami ? Sebuah kisah seorang wanita muslimah yang memutuskan bercerai dengan suaminya (poligami).  Suatu pendekatan  yang sangat aneh karena  sebuah alasan syari seorang muskimah rela untuk berpindah keyakinan menjadi seorang Katolik. Hanung mencoba memaksakan kisah ini yang mustinya secara logis si muslimah menjadi seorang yang tidak suka pada lak-laki  tidak dengan murtad. Dengan menjadikan seorang muslimah tiba-tiba berubah keimanan menjadi seorang katolik agak terlalu jauh dari logika.

 

Muslim rela memerankan sebagai Yesus

Hanya karena kegagalan ingin menjadi bintang ternama dengan peran utama rela menggadaikan akidahnya ? Seorang muslim yang akhirnya rela menentang hati nuraninya dan keimanannya dengan mengambil sebuah tawaran untuk berperan sebagai Yesus Kristus dalam sebuah drama paskah sebuah gereja Katolik.  Dan yang lebih menyakitkan lagi ketika dia mencoba menanyakan kepada seorang ustads dan memperoleh jawaban yang  sungguh sangat disayangkan, Meski akhirnya menyesal dengan  Penyesalan yang sang tokoh digambarkan berkali kali melafazkan surah Al Ikhlas bismillâh ir-rahmân ir-rahîm Qul huwa Allâhu ahad Allâh s-samad Lam yalid wa lam yûlad wa lam yakul-la-hû kufu-wan ahad

Muslimah berjilbab berkerja di tempat  tidak halal ?

Kejadian yang banyak dikehidupan seharian dimana seseorang bekerja ditempat yang tidak halal. Dikisahkan dalam  himpitan ekonomi seorang musliman rela bekerja pada sebuah rumah makan yang menyediakan menu tak halal (daging babi). Meski penggunaan seluruh perangkat masak antara yang halal dan tidak halal dipisahkan secara jelas, tetap merupakan sebuah pilihan yang riskan bagi seorang muslimah (apalagi berjilbab).

Kalau menilik judulnya ? (tanda tanya) tentu saja tanpa alasan,  karena siapapun pembuat dengan misi apapun film ini dibuat masih meragukan apakah pluralisme yang sebenarnya ada didalan kehidupan masyarakat yang majemuk ini bisa disatukan. Kalau saya disuruh memberi judul film ini maka bukan ? (tanda tanya) melainkan ! (tanda seru) yang artinya film yang tidak layak ditonton sebagai pembelajaran

”Sungguh sangat disayangkan pemikiran film seperti ini boleh tayang, karena sebuah  kampanye pluralism yang sangat vulgar  dengan dalih menumbuhkan kerukunan malah berpotensi merusak kerukunan” “Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama: mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama,  yaitu Tuhan.”

84 Comments

  • At 2011.04.17 21:05, regina sagita said:

    nonton ayah, bagus kok film nya

    • At 2011.04.18 18:31, jan phaiz said:

      Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk,
      Dengan menyebut asma Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

      Salam kenal,
      Saya baru saja menonton film tersebut dan percaya atau tidak, saya menangis hampir sesenggukan di beberapa scene film tersebut. Saya seorang Muslim, dilahirkan di keluarga muslim, dalam lingkungan Muslim yang cukup kuat dan dominan pula. Menginjak usia dewasa, saya hijrah ke ibukota untuk menuntut pendidikan tinggi. Kalau boleh jujur, amal ibadah saya berkurang saat saya jauh dari orang tua yang senantiasa mengingatkan saya, atau teman-teman yang rajin menjalankan ibadah. Lingkungan saya sekarang bukan jelek, namun jauh dari lingkungan Islam. Keberagaman baik antar agama maupun antar-Islam sendiri sangat kentara dan beraneka baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan saya bekerja part time (mayoritas Cina-maaf bukan bermaksud rasis). Singkat cerita, amalan ibadah saya menurun drastis dari sebelum-sebelumnya.
      Syukur alhamdulillah, saya mendapat kesempatan untuk nonton film ini. Karena jujur, boleh percaya atau tidak, yang saya rasakan saat menonton film tersebut adalah kerinduan yang teramat. Rindu akan saat-saat ketika saya benar-benar sendiri namun mampu menghadirkan-Nya. Saat-saat sakral yang pastinya semua orang punya dan pernah alami. Saat-saat yang mulai berkurang dan lama tidak saya temui. Tiba-tiba saya merasa sangat jauh dari-Nya. Maaf jika terkesan dramatis. Tapi itulah yang saya rasakan.

      Saya sangat menghargai perbedaan, termasuk perbedaan berpendapat. Pada awalnya saya membencinya karena kecenderungan orang yang berselisih pendapat adalah memaksakan pendapatnya dan melakukan apapun untuk membuat pendapat lawannya salah.
      Berikut saya kutip perkataan salah seorang kenalan yang namanya sudah cukup besar di Indonesia, Fahd Djibran:

      “Di Melbourne, Australia, saya dan dua orang teman delegasi Indonesia berkunjung ke St. Patrick Cathedral untuk berdialog dengan pemuka agama Katolik di sana. Kami mendiskusikan banyak hal, bukan untuk mencari pebedaan-perbedaan atau menemukan persamaan-persamaan ihwal iman dan keyakinan… Bukan juga untuk mengatakan bahwa “kami lebih benar dan mereka salah”. Sebab telah jelas, bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Serta “tidak ada paksaan dalam agama, telah jelas mana yang salah dari yang benar”, yakni: yang salah adalah yang merasa paling benar seraya memaksakan keyakninan tertentu pada keyakinan yang lain, begitu pesan Al-Quran. Kami berdialog atas nama kemanusiaan, bahwa perbedaan sesungguhnya adalah rahmat Tuhan yang harus disyukuri dan dirayakan. Kami belajar dan saling mengambil hikmah satu sama lain. Sebagai manusia, kami saling berjabat tangan dan berpelukan. Kami datang dengan persahabatan. Dengan begitu, “Saya melihat wajah Islam yang begitu damai dan santun dari Anda,” kata David Schutz, seorang pendeta katolik di gereja St Patrick, kepada saya, “Saya melihat perdamaian.” Saya hanya meyakini satu hal, sebagaimana diajarkan Al-Quran: ajarkanlah pada siapapun “Kebenaran” dengan hikmah dan kebaikan…

      Mengenai pendapat Saudara asasono:
      Saya heran, mengapa banyak orang yang sudah melampaui batasnya sebagai manusia. Mereka merasa akalnya sudah lebih hebat daripada wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran.
      Bukankah itu merupakan salah satu sifat dasar Iblis sebagaimana kisahnya yang menolak perintah Allah untuk bersujud hormat kepada manusia pada pertama kali diciptakan yaitu SOMBONG.
      Apapun dalih ceritanya yang mendakwahkan pluralisme adalah haram… Sungguh berbedalah akidah Islam dengan agama lain, karena agama yang di ridhai di sisi Allah hanyalah Islam.
      Islam tidak menyulitkan kita sebagai makhluk sosial, tetapi justru meninggikan derajat kita sebagai hamba yang berke-Tuhan-an yang Maha Esa. Janganlah turuti hawa nafsu dunia dan jadilah hamba yang berserah diri hanya kepada Allah.
      Singkat kata, toleransi antar umat beragama bukan toleransi beragama. Marilah kita baca, renungkan, dan amalkan isi Al-Quran..
      Semoga sudara-saudara kita segera mendapat hidayah Allah SWT. Amin.
      Mohon maaf,
      Wassalaam..

      Maaf beribu maaf, saya justru menangkap kesombongan dan keangkuhan dalam kata-kata di atas. Yang saya tangkap, di mata saudara tersebut, orang-orang yang menonton dan terkesan dengan film ini salah dan sesat semua, di mata saudara tersebut, pembuat film ini sesat dan bahkan dikategorikan iblis, sementara mungkin dirinya sendiri setara dengan alim ulama atau rasul yang paham benar isi Al Qur’an. Sekali lagi maaf, tapi itu yang saya tangkap. Saya tidak akan berpendapat banyak apalagi mengenai Al Qur’an karena saya belum ahlinya dan belum dalam pemahaman saya. Namun sebagai manusia awam, saya lebih tersentuh dan dapat memandang keindahan Islam dari film tersebut, maupun kata-kata Kang Fahd ketimbang komentar yang saya kutip di atas. Mungkin saudara akan bilang perasaan saya sudah dicampuraduk oleh iblis, silakan. Yang jelas, setelah menonton film tersebut, saya justru merasa sangat ingin mendalami Islam lebih jauh. Memang film tersebut tidak mengajak secara langsung, namun gambaran-gambaran yang juga adalah realita di dunia ini yang diangkat di film tersebut, justru membuat saya ingin memahami apa yang selama ini menjadi keyakinan saya sejak lahir. Saya malu ketika ada orang yang menjelek-jelekkan Islam karena kesan-kesan buruk yang bagi saya bukan pesan-pesan Islam. Saya tidak tahan ketika orang menganggap Islam sebelah mata karena mereka menangkap Islam tidak semestinya. Namun saya tidak mampu menjelaskan atau menunjukkan kepada mereka karena saya sendiri belum mendalaminya. Sementara lingkungan saya sekarang, yang sangat majemuk, justru dibutuhkan hal tersebut. Saya ingin bisa bergaul dengan orang lain yang berbeda dengan saya, tinggal di lingkungan yang jauh dari lingkungan keimanan saya, tanpa perlu saya terbawa mereka karena pandangan-pandangan yang nyeleneh tentang keyakinan saya, tanpa ada keraguan terhadap keyakinan saya. Dengan kata lain, diperlukan kecintaan dan pemahaman yang menyeluruh kepada apa yang saya yakini jika saya ingin berbaur dan hidup dengan perbedaan. Karena hanya dengan itulah perbedaan bisa menjadi indah. Bagi saya, orang-orang yang merasa dirinya paling benar, dan menyalahkan yang lain, adalah orang-orang yang tidak bisa menerima perbedaan. Padahal jelas-jelas perbedaan itu datangnya dari Sang Pencipta. Terlalu jauhkah bila saya bilang orang-orang tersebut mendustai pemberian-Nya?
      Dari sinilah saya merasa sangat sedih sekaligus bersyukur. Saya sedih melihat begitu banyak saudara saya seiman yang begitu mudah terbawa emosi atau ego bersikap yang menjatuhkan nama Islam.
      Jika saat pertama Islam turun ke dunia mendapat kecaman dan pandangan sebelah mata karena kesirikan orang-orang yang tidak bisa menerima keindahannya hingga dengan sengaja menekan, mengecam, memfitnah, sekarang, Islam yang telah diterima luas di seluruh dunia melalui perjuangan Rasululloh SAW justru kembali mendapat kecaman dan pandangan sebelah mata karena tindakan-tindakan umatnya sendiri, yang mungkin, bisa jadi karena kurang memahami secara menyeluruh dan mengamalkan sebagian-sebagian namun seolah menjadikannya yang paling utama.
      Saya mohon, kata-kata saya jangan diterima bulat-bulat atau dengan tendensi apapun. Saya hanyalah umat yang masih perlu banyak belajar dan sedang mencurahkan isi hati saya melihat fenomena yang terjadi di jaman sekarang.
      Oya, mengenai pendapat penulis artikel di web ini, menurut saya ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan secara logika apalagi jika dikaitkan dengan keimanan dan keyakinan. Maaf sekali lagi jika terkesan sok tahu, tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Mengenai keyakinan, saya sangat setuju bila dikatakan orang tidak begitu saja merubah keyakinan tanpa alasan kuat. Apapun itu, setiap keputusan yang diambil dalam langkah hidup manusia pasti berlandaskan sesuatu. Dan yang tahu seberapa kuat landasan itu hanya para pelakunya. Mereka pulalah yang akan bertanggung jawab di hadapan sang Khalik kelak. Dan Dialah yang akan memutuskan kelanjutan jalan orang-orang tersebut kelak. Bagi saya, orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup, adalah orang yang sangat kuat. Mengenai hukum halal haram, baik buruk, orang lain boleh berpendapat, tapi tidak berhak menghakimi. Bukankah kita semua yakin pengadilan-Nya sangat adil dan tidak perlu dipertanyakan? “Manusia tidak sendiri di dunia ini. Manusia sendiri di jalannya masing-masing. Setapak yang ia lalui sendiri namun berujung pada Yang Satu, Tuhan”.

      Semoga kita semua senantiasa ingat tujuan jalan setapak kita masing-masing, dan berfokus melaluinya tanpa perlu terlalu terpengaruh pada setapak yang dilalui orang lain, yang berbeda dengan kita..

      Maha benar Allah atas segala firman-Nya..
      jan phaiz postingan terakhir..

      • At 2011.04.30 11:05, Fiz said:

        Alhamdulillah. Komentar inilah yang saya cari dari baris atas sampai baris bawah. Terima kasih pencerahannya, salam kenal :)
        Fiz postingan terakhir..Antara J dan J

        • At 2011.05.02 17:29, asasono said:

          Assalamu’alaikum Saudara Jan Phaiz,

          Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf jika ada tulisan saya yang kurang berkenan. Sy menghargai pendapat masing2 orang ttg film ini.

          Sy blm menonton film ini & sy hanya memberikan komentar pada cerita dalam blog ini. Hanya bermaksud utk meluruskan pendapat penonton karena paham pluralisme menjadi ‘statement’ utama dalam film ini.

          Orang yang berfaham pluralisme adalah manusia yang bingung memilih jalan hidup sehingga untuk gampangnya ia katakan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya. Andaikan kita hidup tanpa petunjuk dari Yang Maha Benar mungkin kita juga akan sependapat dengan logika berfikir seperti itu. Karena itu berarti bahwa tidak ada fihak manapun di dalam masyarakat yang berhak meng-claim bahwa agamanyalah yang memiliki monopoli kebenaran. Tetapi Allah ta’aala bantah pandangan seperti ini melalui firman-Nya:

          ”Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS Al-Mu’minun ayat 71)

          Ayat di atas secara jelas membantah pandangan yang mengatakan bahwa kebenaran bersifat relatif sehingga dapat berjumlah banyak sesuai jumlah hawa nafsu manusia. Bahkan melalui ayat ini Allah ta’aala menegaskan betapa dahsyatnya dampak yang bisa timbul dari mengakui kebenaran berbagai fihak secara sekaligus. Digambarkan bahwa langit dan bumi bakal binasa karenanya. Sebab masing-masing pembela kebenaran tersebut pasti akan mempertahankan otoritas kebenarannya tanpa bisa menunjukkan dalil atau wahyu Ilahi yang membenarkannya.

          Lalu atas dasar apa seorang muslim meng-claim kebenaran mutlak ajaran Islam? Tentunya berdasarkan wahyu otentik kitab suci Al-Qur’an. Di dalamnya Allah ta’aala jelas-jelas berfirman:

          ”Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS Al-Baqarah ayat 147)

          Jelas bagi seorang mu’min bahwa kebenaran haruslah yang bersumber dari Allah ta’aala Rabbul ’aalamiin. Oleh karenanya kitapun meyakini sepenuhnya tatkala Allah ta’aala berfirman:
          “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran ayat 19)

          ”Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran ayat 85)

          Berdasarkan kedua ayat di atas ummat Islam menjadi mantap dalam meyakini bahwa satu-satunya jalan keselamatan di dunia dan akhirat hanyalah jalan Islam. Yaitu jalan yang telah ditempuh oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.
          Bukan ummat Islam yang meng-claim kebenaran mutlak ajaran Islam, melainkan Allah ta’aala sendiri yang meng-claim hal tersebut. Kita hanya meyakini dan mentaati firman Allah ta’aala. Oleh karena itulah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan betapa berbedanya ganjaran ukhrowi yang akan diterima seorang mu’min dibandingkan seorang kafir (non-muslim) akibat perbuatan baiknya di dunia.

          Maka di awal tulisan saya katakan janganlah melampaui batas, patuhlah kepada Yang Menciptakan alam semesta ini.. Karena itu hanyalah hawa nafsu yang dibisikkan oleh syaitan yg terkutuk. Syaitan akan selalu berupaya menjauhkan diri kita dari ketauhidan Islam. Na’udzubillah..

          Semoga tulisan ini bisa menjernihkan pikiran kita dalam menyikapi suatu persoalan. Karena hanya ada pada sisi Allah sajalah akan dikembalikan segala perkara. Jadilah hamba-hamba yang patuh akan kebenaran yang bersumber dari Allah SWT..

          Maha benar Allah..

          Wassalam

          • At 2011.05.14 14:12, Sugih said:

            Bapak, terserah bapak mau bicara apapun dan semanis kata kata apapun. Yang terpenting adalah nanti waktu kita sudah tidak hidup di dunia ini lagi. Allah maha besar dan maha kuasa, kenapa ada harus bingung untuk menjelaskan panjang lebar seperti di atas. Tuhan Allah tidak perlu di bela, karena DIA maha kuasa dan maha tahu dan bisa menciptakan segala sesuatu seperti menurut kehendakNYA. Jadi kita sebagai manusia ciptaanNYA, tidak perlu ribut mengenai agama siapa yang benar dan membawa keselamatan. Yang terpenting buat kita adalah membuat hati kita semakin murni dan semakin mempunyai hati yang rendah hati. Supaya kita bisa lebih mengasihi Tuhan Allah kita dan mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Karena yang terpenting dari segalanya adalah KASIH. Salam sejahtera.

          • At 2011.05.05 15:54, Tanto said:

            Good, I agree with you…..
            Orang masih di dunia aja, kok ngerasa yang pasti dipilih Allah untuk masuk ke surga bersamaNya….
            Hai manusia berkaca lah, apakah aku pantas bersanding denganNYA…..

            • At 2011.05.24 07:16, Abdullah said:

              Emang lo udah berkaca .. nyuruh orang laen berkaca …. liat diri sendiri sebelum liat orang lain !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

            • At 2011.06.07 10:52, Amin Prayitno said:

              To Jan Phaiz,
              Tlong renungkan kata2 dibawah ini yang ada tulis tadi berdasarka film sesat tersebut.
              “Manusia tidak sendiri di dunia ini. Manusia sendiri di jalannya masing-masing. Setapak yang ia lalui sendiri namun berujung pada Yang Satu, Tuhan”.
              Kata2 itu benar, yang salah adalah jalan setapak itu berbeda-beda jika jalan Islam sudah jelas akan menemui Tuhannya yaitu ALLah SWT denga kedamaian, lain dengan non muslim mereka menuju Tuhannya tapi jalan setapanya salah. Kita harus tegas bahwa Islam lah agama yang benar itu artinya agama yang lain salah.
              Toleransi boleh dalam sosialogi tapi tidak dalam Tauhid.
              Hati2 bisikan syetan yang menjadikan kita murtad tanpa sadar, yaitu semua agama benar.
              Kita sebagai muslim wajib hukumnya mengatakan bahwa agama Islam lah yang benar agama selain Islam salah. Hal ini bukan mencerminkan kita harus bermusuhan tapi tetap toleramnsi dalam sosialogi bukan theolgi.

              Wasalam

              Jangan ter

            • At 2011.04.19 10:21, handoko said:

              kalo Tuhan mau, pasti seluruh bangsa indonesia dibikin muslim semua. tapi Tuhan ternyata memberi banyak agama pada bangsa ini. silakan semua bersikap dewasa

              • At 2011.04.19 17:56, Tanda Tanya « Ajengkol's Blog said:

                [...] ingin berstatmen dalam bentuk film,” tukas Hanung saat syukuran dan Prescon pembuatan film ? (tanda tanya) di Radja Restauran, Gandaria [...]

                • At 2011.04.22 13:29, Ziyas said:

                  Anda salah besar jika pluralisme tidak bisa diterapkan, buat apa adanya “Toleransi” jika pluralisme tidak bisa dihadirkan dalam kehidupan.
                  Aturan yang baik & benar akan menancapkan aqidah dan akhlak yang berbanding lurus.

                  • At 2011.04.23 12:35, Andra said:

                    Toleransi boleh terjaga tapi keyakinan harus tetap terjamin…

                    • At 2011.05.14 14:18, Sugih said:

                      Bapak Andra, kalau saya tidak salah menerka maksud dari kata kata anda di atas. Saya mau tanya kepada anda, keyakinan itu yang menjamin siapa? Apakah kita sendiri atau orang lain? Bagaimana bisa keyakinan yang kita miliki di dalam iman kita itu dipaksakan oleh orang lain? Masa iman yang ada di dalam hati kita ini bisa di ombang ambing kan, atau di paksakan oleh orang lain, kecuali kalau kita tidak pernah mengalaminya sendiri, dengan kata lain kalau kita tidak mempunyai iman di hati ini yang kuat. Salam sejahtera.

                    • At 2011.04.30 13:01, ari said:

                      pluralisme yg anda maksud yg bagaimana? pluralisme yg menyamakan semua agama adalah benar? see fatwa mui 2005

                    • At 2011.04.23 12:18, glee said:

                      Sedih deh aku ngeliat tulisan di blog ini. Sebagai seseorang yang lahir di keluarga isla aku Malu melihat pemikiran tulisa yang merendahkan film Hanung ini. Penasaran mungkin yang menulisnya nggak pernah merasakan dan nggak paham hidup bersama-sama di antara perbedaan ya…sekali-kali coba hidup ditempat yang komunitas agamanya sangat berbeda deh setaun dua tahun, biar paham rasanya dihormati, dan biar anda juga bisa menghormati. Pemikiran sempit seperti tulisan inilah yang memicu banyaknya aksi teror dan radikalisme di agama islam.

                      • At 2011.04.26 00:45, km said:

                        setuju, mbak yg satu nih blm prnh ngerasain d poligami sh

                      • At 2011.04.23 12:34, Andra said:

                        Itulah mengapa kita harus menjalankan Islam secara kaffah…jgn sampai Islam kita hanya Islam KTP….

                        • At 2011.04.24 00:38, masmaulvi said:

                          Kalo menurut saya, Hanung udah mempersiapkan porsi untuk perdebatan semacam ini. Bagi yang sudah nonton, inget kan adegan ketika si Glen Fredly ingin menghentikan drama paskah karena ketahuan yang memerankan Yesus Kristus adalah orang Islam? Lantas si pastur bilang (kira-kira) begini:
                          “ Tidak pernah ada kerusakan iman karena satu pementasan drama. Kerusakan iman terjadi karena kebodohan itu sendiri”

                          Sedikit atau banyak inilah mungkin prediksi Hanung terhadap perdebatan akan layak tidaknya film ini berbicara. Dan itu pulalah jawaban Hanung terhadap perdebatan-perdebatan ini. Setuju sekali kalau memang menonton film ini bagi sebagian orang harus memperkuat iman mereka. Lagian, tergantung juga, niatnya nonton film ini buat apa.. Mengenai logika, memang film ini agak lebai, terutama di ending-nya. Tapi, memang sebenarnya film ini dibuat oleh Hanung dalam usaha memulai sebuah dialog dan perdebatan mengenai pluralisme di Indonesia.
                          Saya kira Hanung ndak begitu perhatian mengenai hal-hal yang begitu Islami religius. Dia hanya ingin menikmati kehidupan beragama yang indah dan harmonis di Indonesia yang plural. Dan inilah jawabannya.

                          • At 2011.04.26 04:06, BaNi MusTajaB said:

                            request judul film ini: Berbeda-beda tuhan, tetapi hanung yang satu….
                            BaNi MusTajaB postingan terakhir..DUA JURNALIS FOTO TEWAS DALAM KONFLIK DI LIBYA

                            • At 2011.05.05 13:07, Tanto said:

                              Kalo itu cuma potret keadaan, kenyataan coba cek sendiri. banyak kaum wanita yang pindah (apapun namanya, murtad, ……). Cuma salah satu saja alasannya yaitu tidak mau dipoligami…..
                              Cobalah realistis……..
                              Jika anda cuma hanya mengulas atau berandai-andai saja. Maka yang terjadi adalah kemerosotan moral saja, tanpa bisa mencapai tujuan indah agama,

                              • At 2011.05.05 13:09, Tanto said:

                                Tonton aja bang. bagus kok…..
                                Interprestasikan sendiri….. sehingga kita bisa mawas diri. Cuma orang2 buta saja yg ngotot…

                                • At 2011.05.05 13:16, Tanto said:

                                  Cuma orang picik yang tidak bisa membedakan mana kampanye, mana potret keadaan.

                                  • At 2011.05.05 15:29, Tanto said:

                                    Menurut saya bukan hati yang kuat, kalo hati yang kuat itu untuk nonton film porno (BF)…..
                                    Perlu hati yang bersih, tanpa curiga, atau pun tan pa prasangka…
                                    Sehingga bisa menikmat dan melihat keindahan kemajemukan…….
                                    Itu saja yng mau dipotret dalam film Hanung….

                                    • At 2011.05.05 15:32, Tanto said:

                                      Bapak tahu Islam itu apa…..?
                                      Dari bahasa apa? Apa artinya? Kenapa dipakai Islam bukan yang lain?……
                                      Kalo belum saya sarankan banyak belajar dan bertanyalah…..

                                      • At 2011.05.05 15:42, Tanto said:

                                        Manusia pada dasarnya memang diciptakan untuk berexplorasikan dirinya…. Tak mungkin lewat batas kemampuannya…
                                        Hanya orang2 tertentu saja, sebenarnya malas tapi meng-atas nama-kan takdir Tuhan….
                                        Jenis ini sebenarnya kelompok orang bodoh……
                                        Kalo Allah mau menjadikan semua orang menjadi Islam, Dia pasti bisa….. tapi mengapa tidak?
                                        Kenapa ada Hindu, ada Budha, ada kristen dan ada islam…….
                                        Apa diciptakan Allah untuk sengaja bertempur ria….
                                        Ayo kenapa tidak dijadikan saja Islam padahal yg terakhir……
                                        Semoga bapak bisa merenungkan dan mendapat hidayahNya…..
                                        Wass….

                                        • At 2011.05.24 07:11, Abdullah said:

                                          @ Tanto … kelihatan anda orang pinter tapi sebenarnya dangkal … kenapa tidak sekalian anda tanya mengapa ada orang baik dan jahat .. mengapa kita semua bisa tercipta berbeda2 ras dan bangsa jika asal muasal kita cuman adam dan hawa … itu merupakan pertanyaan bodoh yang tidak perlu di cari jawabannya !!!!!!!!!!!!!!!!!!

                                          • At 2011.05.28 14:33, Tanto said:

                                            @Abdullah…. Tong kosong nyaring bunyinya. Maaf ulasan saya hanya sekedar untuk renungan. Kalo saya ga percaya asal usul kita itu Adam dan Hawa… Itu cerita saja. Saya lebih suka teori Darwin, manusia dari kera. Jadi jelas beda saya dari simpanse anda mungkin dari monyet bekantan. Jadi maaf secara ras memang beda…. Jenis anda ini tak mungkin sama dengan saya. Kayaknya bekantan baik IQ n rasnya memang lebih rendah dari Simpanse.

                                        • At 2011.05.05 15:46, Tanto said:

                                          Tapi itu kenyataan bos…..
                                          Banyak faktanya…..
                                          Hanya segelintir orang saja yang mengingkari…..
                                          Coba periksa sekeliling, pasti ada pak…
                                          Jangan picik….. Ini film juga ga menghimbau, tapi hanya untuk menghadirikan potret sekeliling, silahkan mengartikan sendiri bukan untuk dinyatakan….
                                          Maaf….

                                          • At 2011.05.05 15:48, Tanto said:

                                            Hanya orang tolol saja yang terinspirasi untuk memecah bangsanya untuk sebuah film….

                                            • At 2011.05.05 16:09, Tanto said:

                                              Pada dasarnya film cuma film……
                                              Jangan mencampurkan dengan keyakinan untuk menikmati….
                                              Pendapat boleh saja…., jangan memaksa orang untuk sependapat….
                                              Yang perlu itu Hati yang Bersih… Bukan hati yang kuat…. (emangnya nonton film BF/porno)..
                                              Refleksikan saja bagaimana harus bersikap… Jangan berbuat tolol…..
                                              Indahnya keragaman…. Islam agama yang damai, Katolik dengan cinta kasihnya…Budha dengan pancaran suci dirinya,… Hindu agama tertua…..
                                              Jangan campurkan…Masing2 datang pada jaman dan cara……
                                              Penting adalah bagaimana menikmat indahnya keragaman itu, yang juga pasti adalah ciptaan Allah…. Dengan segala arti, yg tak mungkin kita mengerti semua…..
                                              (kalo ada yg sudah mengerti tolong kasih tahu… Saya banyak pertanyaan nih)

                                              Wassss……

                                              • At 2011.05.24 07:18, Abdullah said:

                                                wooiii goblok bukti otentiknya mana klo hindu agama tertua ????? ente cuma lulusan sd yaaa …..

                                                • At 2011.05.28 14:38, Tanto said:

                                                  Sekali lagi ya Abdullah anak siap tau….. Yg kosong memang lebih nyaring… Jadi pake woiii….. Kalo monyet jenis ini… jgn bicara lulusan…. Jelaz beda ras dan IQ nya… Yg penting monyet kelas ini jgn jadi teroris aja, jadi yakinkan suntik rabies dulu… Kalo perlu suntik mati lah……

                                              • At 2011.05.06 20:57, ? « Just A Thought said:

                                                [...] seolah-olah Rika pindah agama karena suaminya ingin berpoligami. Ini pun gue baca dari salah satu blog yang mebahasakannya menjadi “Murtad karena poligami”. Itu bahasa dia ya bukan gue, [...]

                                                • At 2011.05.10 22:27, Mohammad Ali said:

                                                  Saya rasa film ini terlalu dibuat2, tidak mencerminkan budaya Indonesia pada utuhnya. Hal ini saya lihat sebagai adu domba umat muslim dengan umat katholik. Islam tidak mengenal murtad, orang yang pindah dari Islam ke agama yang lain. Sebaliknya, Islam sangat mendambakan yang namanya Mualaf, yakni orang yang pindah ke islam.

                                                  Kedua, mengapa perempuan berjilbab bekerja di rumah makan yang menjual daging babi malah dipersoalkan? Selama dia tidak mencicipi makana tersebut, maka tidak ada masalah. Yang seharusnya dipertontonkan adalam perempuan berjilbab yang bekerja sebagai Pegawai Negeri di Kantor Kecamatan, Badan Pertanahan Nasional, dll yang tetap menerima/meminta uang pelicin dari masyarakat umum yang hendak mengurus keperluan administrasinya.
                                                  Mohammad Ali postingan terakhir..History of Pocari Sweat

                                                  • At 2011.05.24 07:21, Abdullah said:

                                                    Yup setuju ama abang nih … terlalu mengada ada si hanung nehh … klo mo potret kenyataan tuh .. wanita2 berjilbab yang dipaksa buka jilbab .. karena tuntutan kerja .. kayak di bank, maskapai penerbangan trus perusahaan2 yang note bene anti muslim … itu potret yang banyak terjadi !!!!!!!!

                                                    • At 2011.05.28 14:47, Tanto said:

                                                      @ Abdullah…. kalo mau, anda bikin film sendiri… Jgn bisanya cuma komen aja. Pasti dijamin ga laku… Bikin aja film anti Islam misalnya…. Atau jadi teroris mungkin… lebih terlihat punya nyali… Jangan begitulah, akibatnya maka terlihat…. ISLAM itu sombong dan angkuh… Islam itu indah, mas….Tidak ada yg menindas… Kita ini mayoritas di sini… Nabi juga menjadi orang besar, karena bisa mengelolah pluralisme di Medinah….

                                                  • At 2011.05.14 13:38, Sugih said:

                                                    Bapak David, saya rasa bapak sendiri pun tidak mengerti arti Islam sebenar nya itu apa? Tolonglah melihat film ini dan mengahadpi sesuatu nanti dengan hati dan pikiran terbuka. Supaya ada damai di hati bapak dan supaya negara Indonesia menjadi negara yang damai dan bersatu. Coba tolong di pikir dengan wawasan luas dan hati damai. Salam.

                                                    • At 2011.05.14 13:49, Sugih said:

                                                      Bapak Asasono, bapak ini keliatannya saleh dengan membawa agama Islam dengan maksud untuk menjadi SOMBONG. Bapak sendiri mencatatkan kalimat, “Bukankah itu merupakan salah satu sifat dasar Iblis sebagaimana kisahnya yang menolak perintah Allah untuk bersujud hormat kepada manusia pada pertama kali diciptakan yaitu SOMBONG.” Bearti dengan kata lain, bapak MENYOMBONGKAN ajaran agama Islam sendiri, tanpa mau mengerti tentang agama orang lain. Dalam arti kata lain, bapak sendiri mempunyai sifat dasar iblis, tanpa bapak sadari. Bapak Tuhan sang pencipta itu maha tahu, maha kuasa. Yang di lihat oleh Yang Maha Kuasa adalah hati kita, hati yang penuh kasih. Takut dan mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama kita. Bukan dengan cara bapak yang mempunyai sifat dasar iblis seperti ini. Apakah ajaran islam itu, mengajarkan sombong dan paling benar? Apakah bapak tahu, apa yang paling benar di mata Tuhan? KASIH itu yang paling benar bapak. Tolonglah di pikir dahulu sebelum berkomentar.

                                                      • At 2011.05.24 07:09, Abdullah said:

                                                        @ Sugih …. KASIH seperti apa yang paling benar di mata Tuhan ???

                                                        • At 2011.05.28 14:51, Tanto said:

                                                          @ Abdullah… Kasih itu bahasa universal, kata lain dari cinta. kalo bahasa indonesia… Jadi mau dimanapun itu sama… Kasihan kayak monyet terpasung, teriak2 aja bisanya…… Nah itu juga tanda kasih padamu Kang ABdullah….

                                                      • At 2011.05.14 13:57, Sugih said:

                                                        Bapak Dwi salam sejahtera, tolonglah mempunyai hati dan pikiran terbuka. Jangan di lihat film ini dengan pandangan anda sendiri. Pandangan yang sempit. Coba di jelaskan, bagian mana yang ada maksud untuk memecahkan persatuan rakyat Indonesia, kecuali kalau itu memang sudah ada di pikiran anda sendiri. Pikiran yang diskriminatif. Salam.

                                                        • At 2011.05.24 07:13, Abdullah said:

                                                          @ TANTO dan SUGIH .. keliataannya 2 orang ini merasa paling pinter dewe yaa … ngakak gw …wkakakakakakkaakkakakaka

                                                        • At 2011.05.18 02:24, Joni said:

                                                          Filmnya sangat bagus. Menonton film ini dibutuhkan hati yg tidak munafik. Hampir semua yg ditayangkan di film ini, saya pernah merasakan atau pernah terjadi pada orang lain.

                                                          • At 2011.05.23 13:16, nadia said:

                                                            butuh pemikiran yang luas dan tidak hanya memandang dr satu sisi.
                                                            yg anda bilang tidak masuk akal atau d luar logika tentunya pernah terjadi. Menurut anda muslimah d rugikan d film ini, tp menurut sahabat2 nasrani saya, mereka pun d rugikan.
                                                            Hebatnya film ini, telah membuat banyak org berpikir..termasuk teman2 yg memberi komentar, saya ataupun anda…

                                                            • At 2011.05.27 09:35, kahfi lubis said:

                                                              apapun alasan nya plirisme adakah haram sesuai fatwa mui.flim ? adalah kampanye nya jil.siapa jil penghianat yg susupkan salibis dan zionis.

                                                              • At 2011.06.27 22:47, Jota said:

                                                                wah, saya belum liat filmnya mba ajeng. tapi saya setuju. bukan begitu bentuk toleransi beragama yang sebenarnya. apalagi dengan menggadaikan akidah.

                                                                • At 2011.08.28 17:10, Hamdan Fahmi said:

                                                                  sebuah film,tidaklah sekedar film bebas dari pesan. film pasti membawa nilai yang dapat menpengaruhi paradigma berfikir penonton bahkan leyakinan penonton.Tidak ada yang netral ( bebas nilai) didunia ini. Jika anda menilai sebuah film bagus, maka anda memiliki visi yang sama dengan pembuat film itu. jika sebuah filim mengajak ke pluralisme dan anda mengatakan itu bagus maka anda seorang pluralisme sadar atau tidak sadar.
                                                                  wassalam

                                                                  • At 2011.08.28 21:01, Devon Salibi said:

                                                                    Just Info.. knp orang yang mayoritas Islam pada ribut yah?? let’s check it out… Beberapa negara yang mayoritas penduduknya Muslim, selalu penuh dengan kekerasan, kerusuhan, kejahatan, terorisme, dan jauh dari kedamaian, kenapa?? Islam dan Nasrani selalu menjadi sebuah pertengkaran agama, lebih tua mana skrg Islam apa Nasrani, isi Al Quran banyak sekali yang diplesetkan dari Injil Nasrani, padahal Nasrani lebih tua, apa kalian masih percaya bahwa isi Al Quran itu benar? turun dari langit?? ..
                                                                    bandingkan dengan negara yang d huni oleh mayoritas umat beragam Hinud, Budha, Nasrani. Di situ banyak kedamaian dan kemakmuran, karena mereka mengenal ada Cinta Kasih. Resapi dan renungkan lah.. cari sumber2 terpercaya di INternet.

                                                                    • At 2011.08.29 15:13, Gaby said:

                                                                      hebat ya mas hanung. dipuji-puja pasca pemutaran film ayat-ayat cinta, diprotes kelompok tertentu pasca pemutaran film perempuan berkalung sorban, makin diprotes pasca pemutaran film ?. lucunya, ga ada yang protes waktu maria mualaf di ayat-ayat cinta, hahaha.

                                                                      • At 2011.08.30 14:29, benar hrs tegak & lurus said:

                                                                        film!!! adalah realisasi pesan yang ingin disampaikan, namun jika pesan itu berusaha mendobrak ethika satu keyakinan dan menggambarkan hal itu adalah biasa, saya rasa sutradara & yang terlibat harus mempelajari dulu apa itu “NILAI”dari satu keyakinan beragama…! semoga tidak menjadi orang-orang yang sesat…

                                                                        • 34 old comments are not displayed. Click to display all comments
                                                                        (Required)
                                                                        (Required, will not be published)

                                                                        CommentLuv badge