Jujur kukatakan kepadamu
Bahwa kamu yang paling mengerti
Takkan ada yang lain
Menggantikan dirimu lagiBerulang kali telah aku coba
Membuka hati untuk yang lain
Namun semua berakhir
karena cintaku hanya untukmuKarena dengan arti dirimu yang selalu ada
Dihati ini punya arti bersamaku
Aku telah mencoba teras ku mencoba
Namun ku tak bisa
Aku tak bisa aku tak bisa melupakanmu
Ketika mentari perlahan menyeruak diantara lembutnya padanan awan pekat. Buraian pendar sinarmu meredup lalu menghilang bersama beranjaknya sang mentari menendarkan sinarnya. Waktu silih berganti menit demi menit sekerjab aku masih seolah tidak percaya bahwa engkaulah kekasih hati yang masih dengan setia menemani serta menguatkan dikala aku sedang jatuh. Dengan ketulusan yang kau miliki pula aku yang pernah memalingkan hati hingga terperosok dan tersungkur, kau ulurkan tangan untuk menggapai langkah yang kian gontai. Manakala aku terbujur sakit itulah Allah berkenan menggugurkan dosa lagi lagi kau datang memberikan senyum terang tidak semua masalalu hadir untuk dikenang.
Pertama mengenal sosok sheed ketika aku masih menjadi admin di sebuah portal blog dengan bendera blog indosiar, saat dimana goyahnya keadaan rumahku dia hadir dengan mata teduh menenteramkan hati yang galau. Perjalanan waktu yang panjang sampai suatu pada keputusan aku menambatkan hati pada sosok yang aku anggap sebagai imam. Dan karena besarnya cinta yang coba dia curahkan hingga membuat seorang sosok sheed yang posesif melindungi tanpa melihat sisi ego yang juga aku miliki. Empat tahun bukan lagi menjadi pertimbangan sebuah akal sehat yang tertutup amarah karena protektifnya, empat tahun seolah waktu yang pendek dalam merajut bulir bulir benang kusut hinggak menjadi bongkahan cinta.
Jatuh pada godaan membuat lupa bahwa cinta itu hanya sebuah kata tanpa makna namun kembali Alhamdulillah Allah mengirimkan sosok yang menyadarkanku. Hingga kulihat lagi sinar dan cahaya terang itu berkerlip indah meski tak seterang rembulan. Bintang engkau datang laksana kejora memenuhi pekatnya malam, kerjabmu memberi teladan keteduhan. Ijinkan aku kembali merajut butiran kasih dalam genggaman maghfirohMu untuk bisa menemaninya hingga penghujung masa tiba. Seperti lirik lagu Bintang diatas berulang kali telah aku coba Membuka hati untuk yang lain Namun semua berakhir karena cintaku hanya untukmu



