06/5/09

Selamat Jalan Shuhada (part 2)

Sore yang cerah aku pakai celana panjang item trus kaos panjang item dengan jilbab berbunga bunga ungu wah simple dan lebih leluasa gerak sambil aku mematut diri didepan cermin “Kok hatiku resah setiap kali mau ketemu atau ada telepon dari Akhee yah ” jerit hati ini lirih. Pintu kamar diketuk pembantu bilang udah dijemput Akhee. Akhirnya kita jalan wah kok dia hanya sendirian yah ? tanya hati kecilku dan tentu saja perasaan risi selama perjalanan mulai mengusikku dan jelas terbaca oleh dia “Ukhtee … afwan tadi niatnya mau mengajak Salma tapi mendadak dia ada urusan penting jadi yah udah,  aku nggak bisa batalin jemput ukhtee karena waktu kita tinggal 2 hari lagi kan” jawab dia ada rasa bersalah dimatanya. “It’s ok Akhee kita cari tempat umum yang ramai saja, iya  benar aku sudah harus kembali ke Bangkok selasa ini” jawabku nunduk Continue reading

06/4/09

Selamat Jalan Shuhada (part 1)

Sore itu kampus lengang sekali, ambil membawa setumpuk buku kususuri lorong Mahidol University. Akhirnya sampailah di depan pintu LABKOM, memasuki ruang komputer ternyata lumayan rame. Kuambil komputer ujung dekat rak buku “besok ada quis protozoa aids related diseases … hhm aku mau cari jurnal tentang  Crytosporidium” bathinku sambil memulai  browsing sana sini dan  kudapatkan 4 judul untuk belajar ntar malam. Selagi asik membaca, duduk sebelahku Staf Junior dari Departemen Parasitology Dr. Nitaya setelah ngobrol sebentar dia cerita kenapa nggak chat ada fasilitas chat jadi kamu bisa kontak dengan teman di Indonesia “Ops seneng banget deh” bisikkku. Akhirnya di ajari MIRC trus masuk ke #Indonesia .. awalnya sih rada kagok tapi akhirnya asik juga buat ngilangin kangen jenuh.

Setelah lihat sana lihat sini ada yang pesan akhirnya kulihat sebuah nickname Akhee trus aku whois dia ternyata ada channel namanya #Musholla dan sejak saat itu aku hanya join #Musholla untuk menghabiskan waktun luangku.  “Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh” pesen Akhee pun masuk ke windowku.  “Wa’alaiukmsalam warahmatullah wabarakaatuh” jawabku yang saat itu memakai nama Muslimah (maklum nama kesayangan). Ta’aruf via internet pun berlangsung dan Akhee meminta aku untuk membantu aktivitas channel dan mengisi tausiyah di saat nggak sibuk. Kesempatan nih buat nulis pikirku bahagia dan sejak saat itu aku membantu menyiakan materi khususnya yang berhubungan dengan aktivitas muslimah.

Akhir semesterpun aku berencana untuk pulang ke Indonesia  dengan perasaan senang aku umumkan di channel kalau akhir bulan ini aku balik.  “Ukhtee kita ketemuan yah nanti ana koordinasi kan dengan temen-temen pengajian channel #Musholla “kuterima private message dari  Akhee
“Baik akhee .. “jawabku singkat (dalam hati ada rasa malu dan perasaan gimana yah susah buat dilukiskan). Sebentar lagi aku akan ketemu Akhee, orang yang selama ini menemani hari-hariku dan  tempat aku share segala kesulitan. “sir nyes di hatiku” wah perasaan apakah ini ? inikah namanya cyber love ?? kenapa aku menjadi tertarik dengan dia ? oh Tidaaakkkk ” teriak hatiku melawan
“Aku tidak boleh jatuh cinta ya Allah … aku tidak boleh suka sama dia ya Rabb .. jaga hati ini ” isakku lirih

Hari yang kutunggupun tiba,  kuinjakkan kakiku ke bumiku tercinta pesawat MSA mendarat dengan mulus di Bandara Soekarno Hatta, planingku bakal beli nasi padang atau nasi uduk hehehe habis disana makan musti hati-hati cari yang halal. Setelah 3 hari dirumah istirahat mulailah aku masuk kekantor dan kucoba membuka internet .. jreng kangen juga nih nggak chatting (wah emang addicted banget) … masuk ke channel Musholla kulihat si Akhee lagi memberi tausiyah dia menjelaskan tentang syariat Bank … di depan komputer kusimak dengan detail setiap kata yang mengalir dari dia .. sambil berharap dia akan msg dan bener dia msg mengatakan selamat datang … setelah ngobrol sebentar “Ukhtee pengajian akan dilaksanakan hari sabtu ini di mushollanya kantornya mas Amin” msg dia … “baiklah ana akan datang” jawabku agak gemetar  “Kalau boleh tahu nomer telepon yang bisa dihubungi untuk koordinasi” pesan Akhee. Kutuliskan nomer telepon rumah dan kantorku setelah diapun menyebutkan telepon rumah dan kantornya

Sejak itu Akhee meneponku beberapa kali sebelum acara ketemuan dalam pengajian berlangsung. Hari Sabtu siang aku berdandan di depan cermin, wah jilbab pink kayaknya cocok dengan baju kembang yang aku pakai, sambil dalam hatiku berbsiik lirih seperti apakah Akhee yah ?

Sekitar 4 akhwat dan 7 ikhwan yang hadir pada pengajian dan semuanya anak netter, setelah memperkenalkan masing-masing nama dan nicknamenya wah mereka sudah sering rupanya mengadakan acara seperti ini (aku pendatang baru nih), maak acarapun di mulai dengan membacakan tilawah oleh seorang ikhwan dan saritilawah oleh seorang akhwat.  Akhee dengan baju koko warna hitam “argh inikah Akhee yang selama ini berkomunikasi dengan ana hanya lewat tulisan” bisikku nunduk nggak berani sedikitpun kutatap mukanya bahkan matanya .. Sorot mata itu sangat tajam bagai elang … namun lembut … lirikku sekilas
Sepulang pengajian aku diantar sama Akhee juga ada 2 ikhwan dan 1 akhwat adik sepupu dia yang menemani di mobil,  ternyata dia kocak sekali tidak seperti yang ana bayangkan saat memberikan tausiyah serius alim cenderung keras hehehe jadi suasana lumer dan aku nggak canggung lagi. Mulai saat itu aku diperkenalnya dengan aktivitas dia dan kenalan dengan kakaknya yang aktivis juga, namun waktu satu bulan rasanya berjalan dengan cepat sekali.

Sore itu hujan deras mengguyur Tebet dan sekitarnya,  aku duduk diteras sambil mengupas bawang putih terdengar  telepon berdering  “non ada telepon dari Akhee” teriak tanteku. Kuangkat gagang telepon “Salamu’alaikum” ucapku  “Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh’ sahut suara yang sudah mulai begitu aku kenal *Akhee* “ukhtee bisa nggak kita ketemu ada yang mau ana bahas tentang website channel yang akan kita launching bulan ini, nanti  ukhtee akan saya beri access untuk ikut mengolahnya” kata Akhee “Baiklah akhee bisa jemput ana 30 menit lagi yah” jawabku  sambil mengucap salam ditutuplah pembicaraan itu

to be countinued

05/27/09

Jundi Allah

Dengan perasaan gundah kubersihkan sampah daun ditempat pengungsian yang kumuh. Baju lusuh yang melekat ditubuh ini tidak mengurangi semangatku untuk tetap memasak dan menyediakan makanan buat mereka.

“Umar .. bangun nak kita kumpulkan ranting” ucapku lirih sambil mengelus kepalanya
“Umi hari ini ana janji sama Agam mau ke hutan untuk mengambil kayu” matanya berkerlip, kupeluk Umar kecilku sambil kuseka airmata yang mulai bergulir di pipiku
“Hati hati ya nak” dengan perasaan gundah kami harus tetap bertahan dilereng bukit Mindanao ini

Continue reading