Selamat Jalan Babah

29/07/2009 by: ajengkol

Kematian adalah sebuah keniscayaan dalam hidup sehingga setiap yang hidup pasti mati. “kullu nafsin dzaaiqotul maut” (setiap yang bernafas pasti menemui kematian) sering kali dikaitkan dengan ayat istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roojiun) yaitu ketabahan.

Allah memerintahkan kita jangan terlalu larut dalam kesedihan. Kematian bisa saja menemui siapapun dalam bentuk tragedi kecelakaan, penyakit yang berat, dalam ranjang istirahat atau apapun, namun yang pasti semuanya memiliki batas akhir. Allah yang mencipta, maka Allah pula memiliki hak mengambil. dan itulah ciri orang yang beriman, ketika musibah datang, baik itu berupa kematian, kehilangan dan atau lain sebagainya, maka ia akan berucap innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Sesungguhnya dari Allah kita berasal dan kepadaNyalah kita akan dikembalikan.

Pagi itu babah Jusuf Sungkar terbangun tidur dan menyatakan kepada ummi zidah kalau beliau berasa sesek. Kemudian ummi zidah memberikan obat semprot menunggui babah disamping tempat tidur. Namun selang beberapa menit ternyata babah diam saja tak bergerak dipegang tangannya sudah mulai dingin. Ummi zidah memanggil anak anaknya kemudian dipastikan oleh prof. Saleha anak pertama beliau dan benar babah sudah menghadap keharibaan Allah swt. Ummi zidah sudah mengganggap saya sebagai anaknya terimasih Ummi dan Babah,  semoga ummi sekeluarga diberikan kekuatan dan ketabahan.

Selamat Jalan Babah


Incoming search terms for the article:

Sharing itu berguna:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Blogplay
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Posterous
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
Post this to Twitter

18 Comments

(Required)
(Required, will not be published)