Muslimah Berjilbab

28/05/2009 by: ajengkol

Membaca kompas.com hari ini :  Capres Megawati Soekarnoputri yang berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai cawapres, dengan jargon Mega-Pro, menyatakan enggan latah berjilbab.

”Masa orang berpakaian tidak boleh sesuai jati dirinya. Orang berpakaian harus sesuai jati diri masing-masing,” ujar Mega di sela-sela acara peluncuran Media Centre Mega-Pro di Jalan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masih pantaskah seorang muslim yang mengatakan berjilbab itu latah ? Selain memang kodrat seorang wanita muslimah yang perlu dipertanyakan untuk duduk sebagai imam (suatu negara)

Seringkali ada yang menanyakan yang mengharuskan memakai jilbab itu siapa? Orang Arab atau orang Indonesia? Kenapa kita orang Indonesia harus menuruti aturan orang Arab? atau ada yang bilang Jilbab kan jelas-jelas budaya asing. Kenapa sih kita harus meniru budaya asing?

Padahal jelas dikatakan untuk wanita muslimah berjilbab itu wajib hukumnya. Terlepas perkara hatinya, kelakuannya apakah sudah mencerminkan sebagai muslimah berjilbab itu urusan lain. Kewajiban itu mutlak sebagaimana kewajibab akan sholat, puasa membayar zakat dan sebagainya. Jadi sebenarnya kalau memang mengaku saya ini muslim kosekuensi logis itu tidak bisa ditawar lagi, dan tidak usah diperdebatkan jilbab ngga jilbab hukumnya bagaimana ?

Surat Al Ahzab ayat 59 yang artinya sebagai berikut. : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isteri engkau, anak-anak perempuan engkau dan isteri-isteri orang mu’min, supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat. Allah pengampun lagi pengasih”.

Perintah Allah diatas adalah jelas dan tegas yang wajib hukumnya bagi kaum wanita sebagaimana dinyatakan Allah pada pembukaan surat An Nur yaitu : “Inilah satu surah yang Kami turunkan kepada rasul dan Kami wajibkan menjalankan hukum-hukum syariat yang tersebut didalamnya. Dan Kami turunkan pula didalamnya keterangan-keterangan yang jelas, semoga kamu dapat mengingatnya”.

Surat An-Nur: 30-31

“Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, apa yang mereka perbuat.” “Katakanlah kepada wanita yang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka meukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Lantas Nabi Muhammad dalam hadits beliau yang artinya sebagai berikut. ; “Wanita yang akan digantung dengan rambutnya, sampai mendidih otak dikepalanya didalam neraka, ialah wanita-wanita yang memperlihatkan rambutnya kepada laki-laki yang bukan muhrimnya” Hadits diatas adalah bagian akhir dari hadits nabi Muhammad yang cukup panjang, yang menceritakan berbagai macam siksa neraka yang diperlihatkan Allah waktu beliau pergi mikraj. Waktu beliau menceritakan nasib kaum wanita yang berat siksanya didalam neraka karena tak mau memakai kerudung kepala atau jilbab didalam hidupnya, beliau meneteskan air mata.

Padahal apa yang susah sih kalau muslimah berjilbab ? Daripada jalan di Mall dengan pakaian yang tidak utuh, dilihat juga risih belum lagi pula banyak yang justru melecehkan. Dengan berjilbab berasa adem berasa ingin terus memperbaiki diri Insya Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman(yang artinya): “Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)

Hijab Itu Haya’ (Rasa Malu)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”

Sabda beliau yang lain (yang artinya): “Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”

Sabda Rasul yang lain (yang artinya):  “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”



Incoming search terms for the article:

Sharing itu berguna:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Blogplay
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Posterous
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
Post this to Twitter

28 Comments

(Required)
(Required, will not be published)