Dispepsia berasal dari kata Yunani yang terdiri dari kata delta ; upsilon; sigmaf yang berarti sulit, dan pepsi/pepse yang berarti pencernaan. Sehingga dispepsia merupakan kumpulan keluhan gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak diperut pada bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. Dispepsia di sebabkan oleh beberapa hal, antara lain menelan udara (aerofagi), regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung, iritasi lambung (gastritis), ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis, kanker lambung, peradangan kandung empedu (kolesistitis), intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya), kelainan gerakan usus , dan kecemasan atau depresi.
Gangguan neurotik dan morbiditas psikiatri lebih tinggi secara bermakna pada pasien Dispepsia Non Ulkus (DNU) dari pada subyek kontrol yang sehat. Banyak pasien ditemukan bahwa stres mencetuskan keluhan dispepsia. Beberapa studi mengatakan stres yang lama menyebabkan perubahan aktifitas vagal, berakibat gangguan akomodasi dan motilitas gaster. Kepribadian DNU menyerupai pasien Sindrom Kolon Iritatif dan dispepsia organik, tetapi disertai dengan tanda neurotik, ansietas dan depresi yang lebih nyata dan sering disertai dengan keluhan non-gastrointestinal ( GI ) seperti nyeri muskuloskletal, sakit kepala dan mudah letih. Mereka cenderung tiba-tiba menghentikan kegiatan sehari-harinya akibat nyeri dan mempunyai fungsi sosial lebih buruk dibanding pasien dispepsia organik. Demikian pula bila dibandingkan orang normal. Gambaran psikologik DNU ditemukan lebih banyak ansietas, depresi dan neurotik.
Sebagian kecil pasien tidak berespon terhadap pengobatan yang diberikan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasien ini dianjurkan “check up” teratur untuk mengungkapkan keluhannya dan status kesehatannya. Jika tidak ada perubahan secara klinik sebaiknya dihindari pemeriksaan diagnostik lebih jauh karena mahal dan akan merusak kepercayaan pasien terhadap diagnosis yang telah dibuat. Perhatian pasien perlu diarahkan dari menemukan “penyebab” ke pembentukan strategi positif untuk melawan gejala-gejala kronik tersebut.

Sudah dua tahun kasus Arga Tirta Kirana bergulir sejak dijadikan tersangka kasus Bank Century sampai perkaranya digelar di pengadilan negeri Jakarta Pusat. Tuduhan yang didakwakan kepadanya adalah keterlibatannya dalam pencairan kredit kepada para debitur yang merugikan Bank Century sebesar tiga ratus enam puluh miliar rupiah dan beberapa kasus lainnya yang masih berjalan. Proses persidangan yang selama ini ditangani oleh tim penasehat hukum probono (bebas biaya) yang merupakan rekan-rekan Arga alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia angkatan ‘80 dari Tim Advokasi Penanggulangan Bencana Hukum dan Gani Djemat & Partners, telah memakan waktu yang begitu panjang, berbelit-belit dan sangat melelahkan.
Gayus – kita semua tahu kasusnya, kekayaannya, kontroversinya – divonis 7 tahun penjara dan denda 300 juta. Robert Tantular dituntut hukuman penjara selama 8 tahun dan Hermanus Hasan Muslim dituntut hukuman penjara selama 6 tahun dari PN Jakarta Pusat. Lalu, mengapa mbak Arga 10 tahun bahkan dengan denda yang sangat mencengangkan 10 M ? Kasus Bank Century yang kian mblender dan tidak jelas menimbulkan banyak spekulatif dan presenden buruk di mata masyarakat pada umumnya dan ex-nasabah Bank Century khususnya. Tentu saja mbak Arga yang berjuang mengalami tekanan , stress dan depresi mampu melewati ini semua. Semoga dengan dukungan moral dan perjuangan putri tercinta Alanda, dan ratusan ribu masyarakat Indonesia, Arga bisa memperoleh keadilan yang hakiki. dari kasus Bank Century ini. “Seharusnya bukan Arga yang dijadikan terdakwa, jangan sampai penyelidikan menjadi salah alamat”, kata Humphrey tegas, menutup pembicaraan.

thanks to mas Iman atas foto fotonya

Korban Bank Century « Muslimah Blog…
[...]Robert Tantular dituntut hukuman penjara selama 8 tahun dan Hermanus Hasan Muslim dituntut hukuman penjara selama 6 tahun dari PN Jakarta Pusat. Lalu, mengapa mbak Arga 10 tahun bahkan dengan denda yang sangat mencengangkan 10 M ? …[...]…
Semoga keadilan benar2 terlaksana..
sedih
Aku gak kebayang stressnya itu…
Kadang hidup itu emang kurang adil ya mbak jeng
semoga keadilan dapat ditegakkan.. amin
luvie postingan terakhir..hari perempuan sedunia – Bahagianya menjadi Perempuan
Kasus Bank Century membawa banyak korban tanpa pernah ada kejelasan.
Saya sendiri malah nggak begitu jelas kasus yang sebenarnya…
marsudiyanto postingan terakhir..Berita Orang Hilang
Hmm… miris juga mendengar dan melihat kondisi keadilan di Negeri ini mbak… Kesannya dibuat “ngeblur” ndak jelas.. dan berbelit-belit.. Hmm… Makasih infonya tentang Dispepsia.. hihi…
Miris memang mbak melihat kondisi keadilan di negeri ini.. kesannya suka berbelit dan “ngeblur” tidak jelas.. hehe..
semoga keadilan masih bisa bersinar
indobrad postingan terakhir..I Need You Now
Jadi keinget film “Dark Justice” … maybe justice is blind. But he can see in the dark!