Jundi Allah

Dengan perasaan gundah kubersihkan sampah daun ditempat pengungsian yang kumuh. Baju lusuh yang melekat ditubuh ini tidak mengurangi semangatku untuk tetap memasak dan menyediakan makanan buat mereka.

“Umar .. bangun nak kita kumpulkan ranting” ucapku lirih sambil mengelus kepalanya
“Umi hari ini ana janji sama Agam mau ke hutan untuk mengambil kayu” matanya berkerlip, kupeluk Umar kecilku sambil kuseka airmata yang mulai bergulir di pipiku
“Hati hati ya nak” dengan perasaan gundah kami harus tetap bertahan dilereng bukit Mindanao ini

“Salamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh … Magendang gabi umi” suara Agam mengagetkanku dari lamunan
“Wa’alaikumsalaam warahmatullah wabarakaaatuh masuk Agam”ucapku sambil memilah gabah dari beras dari karung terakhir dan aku tidak tahu lagi untuk menyediakan makan minggu berikutnya

Sore itu lembah Mindanao berasa dingin sekali aku rapatkan gamisku dan kubalut dengan jaket sambil kupanjangkan jilbab lusuhku
“Maraming selamat po” Umar dan Agam membawa setumpuk kayu
“Wah alhamdulillah umi banyak sekali kayu yang kita dapatkan” Umar berkaca kaca matanya karena debu dan capek

Malam kian dingin sambil rebahan di tikar kudengar bunyi derit pintu dibuka … dengan sigap aku beranjak dan kuambil laras panjang bersiaga
“Salamu’alaikum” suara lirih yang begitu aku kenal
“Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh” kucium tangan kasar itu

“Front Pembebasan Pembebasan Kebangsaan Moro (MNLF) diwilayah sebelah di serang umi dan beberapa muslim kita telah syahid kemarin” kata akhee Abdullah dengan mata sayu
“Inna lillahi wa inna illahi ‘ra’jiun” ucapku dengan terbata bata

Kulihat akhee menghampiri Umar dan mengusap kepala bocah lugu itu diciumnya pipi si kecil yang sudah tidak punya ummi dan abi karena meninggal dibantai tentara philippina

“Ummi tolong jaga Umar yah .. hari ini ana mau berangkat berjuang” ujari akhee … sambil kuusap dara segar yang mengalir dilengannya aku mengangguk lemah kubuka jubah akhee yang sudah compang camping karena kena ranting dan kuganti dengan kemeja warna putih .. dekil namun bersih. Akhee Abdullah yang begitu tampan nampak sedikit tua .. perjuangan dan kelelahan nampak dari semburat pipi cekungnya namun mata elang itu tetap bersemangat.

Kulihat teman teman Akhee sudah berkumpul di belakang pengungsian sekaligus tempat persembunyian kami
“Allahu Akhbar .. Allahu Akhbar .. Allahu Akhar ! pekik meraka pelan namun pasti

“Kutunggu pulangmu akhee .. Allah melindungi kalian” bisikku sambil kugenggam tangannya rapat rapat” dielusnya jilbabku dan diciumnya kepalaku
“Jaga Umar .. Insya Allah ana akan berkumpul dengan para jundi Allah” mata itu ohh aku tak kuasa menatapnya

Sudah 2 malam akhee belum ada khabarnya dan aku semakin ketakutan untuk keluar dari persembunyian. Suara tembakan beruntun suara mesiu bersliweran. Ya Allah lindungi umatMu .. Ya Allah selamatkan Akhee Abdullah bisik hatiku … sambil berdzikir aku usap kepala Umar yang tidur dipangkuanku. Kenapa hatiku tetap saja merasa gundah ? Ya Allah apa yang terjadi dengan Akhee Abdullah ? lindungi dia ya Allah.

Adzan subuh mengagetkanku .. rupanya Abu Hasan memimpin shalat dibelakang persembunyian kami. Ba’da shalat aku merebus air .. siapa tahu pagi ini akhee Abdullah pulang. Akan tetapi sampai menjelang maghribpun tak ada tanda-tanda akan hadirnya … gundahku mulai merembati hati takutku mulai muncul lagi.

“Salamulaikum ukhtee” kata Abu Hasan
“Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh” kataku sedikit terkejut
“Ada khabar yang kurang enak ukhtee .. akhee Abdullah dan 6 temannya tertangkap tentara phililipina dan menurut khabarnya mereka disiksa dihutan seberang” kata Abu Hasan dengan mata lelah
“Masya Allah .. terus gimana keadaan mereka ? Apa tidak ada yang bisa menolongnya ? kataku dengan sesak

Kita mau melihat situasi kesana menunggu sedikit gelap kalau ukhtee bersedia ikut mari kita bersama sama kesana .. kutinggalkan Umar yang sedang tidur di tempat persembunyian kami sendirian.

Akhirnya kamipun bertiga menuju ke lereng hutan sebelah … dari semak berlukar tampaklah kamp mereka dan dari jauh dengan jelas aku lihat jubah putuh Akhee Abdullah bersimbah darah … hatiku menjerit menangis .. kuatkan dia ya Allah.

Kulihat 4 serdadu membawa laras menuju ke pohon tempat akhee dan teman temanya di ikat .. Masya Allah apa yang akan dilakukannya ? Dari balik semak itu kulihat mereka mengarahkan larasnya ke sandera sandera itu dan memuntahkan peluru dengan membabi buta
“Allahu Akhbar .. Allahu Akhbar … Allahu Akhbar” dengan jelas kudengar teriakan mereka dan tanpa sadar aku beranjak dan hendak berlari menuju kesana. Tangan kuat Abu Hasan menghempaskanku ke semak. Airmata yang tertumpah tidak menghalangi pandanganku ke arah bocah kecil yang berlari menghampiri Akhee Abdullah

“Abii Abiii jangan tinggalkan Umar .. Abi Abii tolong” teriak Umar sambil memeluk tubuh Akhee Abdullah yang sudah tidak bernyawa namun tubuh kecil itu terpelanting karena ditendang oleh salah satu serdadu hingga membentur pohon.

Kembali aku hendak berlari namun tangan Abu Hasan menghalangiku aku mencoba meronta namun tetap saja tidak ada kekuatan untuk melakukannya.

“Sabar ukhtee afwan kalau ana terpaksa memegang dan menghalangi anti … sebentar lagi tentara itu pergi .. tuh lihat mereka sudah membenahi tenda” dengan airmata bercucuran kulihat mereka beranjak meninggal kan hutan

Hutan itu lenggang hutan itu bersimbah darah … sambil berlari dan terjatuh kuhampiri tubuh Akhee Abdullah kupeluk dia untuk terakhir kali … Ya Allah … Ya Allah … airmataku tertumpah “Inna lillahi wa inna illahi ‘rajiun .. kakiku lemas .. aku sudah tidak mempunyai tenaga lagi … kuhampiri tubuh Umar yang bersimbah darah .. kugendong tubuh yang masih mengeluarkan nafas dan tersengal-sengal.

“Ya Allah kuatkan hambamu ini” pintaku lirih sambil terduduk lemas kuperhatikan Abu Hasan dan seorang temannya mengurus mayat Akhee Abdullah dan yang lainnya

Diatas sebilah tikar aku peluk Umar dan aku coba hentikan darah yang mengalir dilengan kecil itu, nafas lemah itu hilang timbul
“Umi .. jangan nangis”suara lirih Umar sambil mengusap jariku dan darah itu masih tetap mengalir
“Allahu Akhbar .. Allahu Akhbar … Allahu Akhbar” dengan terbata Umar menghembuskan nafas terakhirnya. Airmataku bercucuran .. kudekap Umar kecial sambil aku berteriak “Umaaaar !!!! akupun pingsan

Sayup sayup kudengar ketokan pintu … namun mataku masih berat untuk membukanya … Ya Allah jangan jangan tentara itu hendak mengambil Umarku .. oh tidak aku peluk Umar sekuat tenaga … Lambat laun akhirnya mataku terbuka lebar .. Ummi berjalan menghampiri tempat tidurku
“Ada apa Nabila sayang .. kamu kok teriak teriak” usap Ummi dengan kasih sayangnya
“Aah ana bermimpi Ummi .. ana mimpi tentang almarhum Akhee”jawabku lirih sambil menyeka airmata yang ternyata memang mengucur
“Insya Allah akhee sudah tenang disisi Allah .. sudah berkumpul dengan para jundi Allah” ucap Ummi dengan tersenyum

Be Sociable, Share!

16 Comments

  • At 2009.05.27 21:05, gajah_pesing said:

    *terharu*
    Jundi-jundi itu senantiasa dalam lindungan Allah SWT

    gajah_pesing, postingan yang terakhir… Sejarah Blog

    • At 2009.05.27 23:28, LuxsmAn said:

      hiks….hiks….
      [Mellow Mode ON]

      LuxsmAn, postingan yang terakhir… Jum’at Hitam LAPINDO, 29 Mei 2009

      • At 2009.05.27 23:34, senoaji said:

        tlenyesss…

        apa yang terbaik akan datang yang terbaik

        senoaji, postingan yang terakhir… #@&%$!^*#^&@!!??&%#@…!!!

        • At 2009.05.28 00:53, suryaden said:

          hidup mulia atau mati sahid,…

          suryaden, postingan yang terakhir… infinite dreams

          • At 2009.05.28 02:46, DETEKSI said:

            [ndak kuat meneruskan membaca]

            DETEKSI, postingan yang terakhir… JK Ungguli SBY

            • At 2009.05.28 03:06, Kulitintacetak said:

              Selamat berjuang Saudaraku … semoga Allah bersamamu …

              Kulitintacetak, postingan yang terakhir… SECURITY INKS

              • At 2009.05.28 05:22, sawali tuhusetya said:

                hanya mereka yang berjuang di jalan Allah yang kelak akan berkumpul bersama jundi Allah. Subhanallah!

                sawali tuhusetya, postingan yang terakhir… Membangun Citra Diri

                • At 2009.05.28 06:37, azaxs said:

                  Gambaran kenyataan disana.. disisi lain dunia ini.. Semmoga Allah selalu bersama mereka.. juga kita.. amiin

                  • At 2009.05.28 13:52, wongsableng said:

                    ikut terharu… nice poting :)

                    • At 2009.05.28 17:26, ciwir said:

                      hidup mulia atau mati syahidd….

                      ciwir, postingan yang terakhir… Penemu Angka Nol

                      • At 2009.05.28 17:31, galuharya said:

                        baca dari awal aku bisa merasakan ikut dalam cerita diatas

                        namun endingnya ternyata cuma mimpi

                        *ini cerita nyata atau fiksi mbak*

                        galuharya, postingan yang terakhir… Aan yang malang

                        • At 2009.05.28 19:19, superaman said:

                          terlepas kisah ini fiksi atau nyata, yang pasti aku terharu.. hikz..

                          • At 2009.05.28 19:41, wahyu ¢ wasaka said:

                            Salam alaik ya ukht…

                            Nice post… Benar2 Islami postingannya…

                            wahyu ¢ wasaka, postingan yang terakhir… Kado Dari Mbah Google

                            • At 2009.05.28 19:58, muslimah said:

                              @galuharya,
                              sebenarnya based on kisah nyata .. seorang akhee telah syahid disana Insya Allah cuma digambarkan dalam bentuk fiksi (ada kisah sebelumnya sebelum kisah ini) ntar di posting deh

                              • At 2009.05.28 21:41, ajeng said:

                                Assalamu’alaikum..
                                Nice post ukhti..

                                ajeng, postingan yang terakhir… Monumen SLG (Simpang Lima Gumul)

                                • At 2009.05.28 21:41, M. Surya Iksanudin said:

                                  Walau Fiksi tapi gini banget……..:((

                                  (Required)
                                  (Required, will not be published)

                                  CommentLuv badge