Jangan Anggap Remeh Bakteri

17/06/2009 by: ajengkol

Setiap perempuan yang mengalami keputihan biasanya merasa tidak nyaman, lembab, gatal, panas bahkan nyeri pada daerah kemaluan merupakan keluhan yang sering dirasakan. Keputihan yang adalah keluarnya cairan dari liang sanggama (vagina) selain darah haid, cairan itu sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu cairan normal dan cairan tidak normal. Cairan normal adalah cairan/lendir yang berasal dari tiga sumber yaitu produksi kelenjar lendir yang bermuara disekitar mulut vagina, produksi sel lendir pada selaput liang vagina dan selaput lendir rongga rahim. Produksi lendir pada kelenjar mulut vagina, dipengaruhi oleh rangsangan birahi. Lendir ini biasanya meningkat jumlahnya dalam keadaan terangsang dan pada saat melakukan sanggama. Produksi lendir pada selaput liang vagina dan rongga rahim dipengaruhi oleh hormon (sebelum haid dan sesudah haid) produksinya akan meningkat, cairan lendir dari ketiga sumber ini berwarna bening,dan tidak berbau.

Cairan tidak normal adalah cairan yang keluar dari vagina, yang merupakan gejala terjadinya infeksi dan keganasan pada vagina/saluran reproduksi. Adapun yang dimaksud dengan infeksi adalah masuk dan berkembang biaknya mikroorganisme pada jaringan organ tubuh. Dan yang tergolong dengan mikroorganisme adalah virus, bakteri, parasit dan jamur. Infeksi bakteri, parasit dan jamur inilah yang menyebabkan perubahan pada cairan keputihan.

Keputihan oleh Bakteri

Dalam kondisi normal, bakteri aerob dan anaerob hidup normal di vagina. Bakteri aerob yang hidup di vagina antara lain corynebacterium, nonhemolytic streptococcus, enterococcus, staphylococcus epidermidis, E. coli dan Gardnerela. Sedangkan bakteri anaerob di vagina antara lain Peptococcus, bacteroides, fusiform bacillus dan mobiluncus.

Di samping itu ada juga bakteri yang merugikan seperti Chlamydia. Secara umum, bakteri baik dan jahat ini hidup seimbang dalam vagina. Tetapi pada suatu saat, ketika fungsi imun terganggu, kadar endokrin berubah, atau ada faktor lain yang menyebabkan masalah di vagina. Keseimbangan bakteri pun trganggu. Kondisi ini disebabkan misalnya oleh luka akibat hubungan seksual, pemasangan alat kontrasepsi, dan sebagainya.

Bakteri normal dan bakteri jahat akan akan keluar dari tempat hidupnya berubah menjadi patogen dan menyebabkan infeksi. Manifestasi yang ditimbulkan bermacam-macam, mulai dari keputihan (fluor albus) hingga peradangan rongga pelvik. Fluor albus sering disebut keputihan karena penampakan penyakitnya sendiri yang secara umum berupa lendir putih seperti susu. Meskipun bisa saja cairan vagina yang menandakan adanya penyakit itu berwarna kehijauan, kekuningan, bahkan coklat. Biasanya dari warnanya, keputihan adalah suatu tanda, kondisi yang tidak biasa di uterus maupun vagina dan gangguan ini juga sering disertai dengan nyeri, atau gatal.

Bakteri Gardnerela., bakteri ini paling sering menginfeksi dan menyebabkan rasa gatal dan mengganggu. Warna cairan keabuan, berair, berbuih, dan berbau amis. Beberapa jenis bakteri lain juga memicu munculnya penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhoea.

Keputihan abnormal tersebut menandakan adanya infeksi pada vagina yang dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu Bacterial Vaginosis, Trichomoniasis, dan Candidiasis. Bacterial Vaginosis merupakan keputihan akibat meningkatnya bakteri patogen, sehingga bakteri baik menurun, pH vagina meningkat dan vagina menjadi bersifat basa. Biasanya gangguan ini ditandai gejala klinis seperti lendir vagina sedikit, homogen, putih keabu-abuan, bau tidak sedap, tetapi tidak mennyebabkan iritasi. Perlu ditekankan, bahwa menjaga keseimbangan ekosistem vagina agar tidak terjadi infeksi menjadi penting. Cara paling mudah adalah menjaga kebersihan vagina, tetapi dengan tetap mempertahankan derajat keasaman pH, sehingga pertumbuhan bakteri baik meningkat dan perkembangbiakan organisme patogen terhambat.

Bagi anda yang ingin lebih tahu tentang dunia pendidikan dapat dilihat disini.

Incoming search terms for the article:

Sharing itu berguna:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Blogplay
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Posterous
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
Post this to Twitter

31 Comments

(Required)
(Required, will not be published)