04/10/13

Lomba Blog #Antimiras

Lomba Penulisan Ilmiah

Peduli #AntiMiras

Desakan untuk menggalang kampanye anti-minuman keras (miras) dan anti alkohol (minol) sebagai bentuk kepedulian dan perlawanan terhadap barang haram tersebut mulai banyak diharapkan banyak kalangan. Patut kita mengapresiasi kinerja aparat Kepolisian dalam membongkar jaringan atau peredaran miras di Indonesia mengingat banyaknya korban yang berjatuhan. Tindakan oknum yang memasok miras tersebut dirasakan sangat merugikan masyarakat, karena miras merusak akhlak masyarakat. Sehingga operasi terhadap pemberantasan miras sebaiknya tidak dilakukan sesaat saja. Selain berupaya menggagalkan pemasokan, juga diharapkan agar pihak yang berkaitan menggelar operasi penertiban barang haram itu di tempat hiburan malam, kios-kios, dan tempat yang memang biasa menjual miras.

Konstitusi Indonesia Pasal 29 ayat 1 UUD 1945 menyebutkan bahwa negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa yang artinya kehidupan masyarakat di dalamnya terbentuk dalam bingkai ajaran agama. Secara ideal sebagai negara yang beragama, akan lebih mudah mengatur perkembangan minuman beralkohol (minol) atau minuman keras (miras) yang setiap saat dapat mengancam jiwa manusia. Ajaran setiap agama pasti sepakat bahwa keberadaan minuman beralkohol dapat mengancam jiwa manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Perlu disadari bahwa adanya tuntutan masyarakat untuk membuat Peraturan hukum/undang-undang tentang larangan minuman beralkohol, jangan disalah-artikan bahwa itu adalah keinginan/kepentingan sebagian umat Islam dalam rangka menerapkan syariat Islam. Tuntutan dibentuknya UU tentang Larangan Minuman Beralkohol lebih dikarenakan bahaya minuman keras itu sendiri dalam kehidupan manusia.

Persoalan Miras perlu ditangani serius oleh pihak Kepolisian, Lembaga keagamaan dan berbagai Ormas lainnya. Eksekutif dan legislatif harus memiliki konsep aturan bagi masyarakat yang menyebarkan miras atau meneguknya. Selain penerapan Undang-Undang, juga ada Peraturan Daerah yang mengikat. Memang sungguh dilematis di negeri kita ini. Dalam konstitusi menegaskan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, namun dalam menyikapi perkembangan tentang minuman berlakohol pemerintah tidak dapat berbuat apa-apa. Minuman beralkohol tidak hanya menjadi ancaman bagi umat Islam yang secara tegas mengharamkan di dalam kitab sucinya, namun minuman beralkohol juga merupakan ancaman bagi hidup dan kehidupan manusia dimuka bumi ini, khususnya di Indonesia.

Hadiah :

Grand Winner (1 orang) : Tablet

1st Runner Up (1 orang) : Handphone Android

2nd Runner Up (1 orang) : Modem

Harapan 1 : Gimik dari Anti Miras

Harapan 2 : Gimik dari Anti Miras

TIM Juri :

Album sheet

@fahiraidris

eshape_1358300923_88

@eshape

ATG

@amriltg

JPEG

@emcivic

Syarat dan Ketentuan :

Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat

  1. Peserta Lomba bebas diikuti oleh siapapun para blogger Indonesia yang berdomisili di Indonesia maupun luar negeri dengan menganalisa thema lomba penulisan anti miras
  2. Tulisan harus sesuai dengan tema lomba ini, yakni “waspada akan bahaya miras dan minol bagi remaja”
  3. Peserta bebas menggunakan blog engine berbasis WordPress, Blogspot, Kompasiana, Blogdetik, dan sebagainya baik yang domain sendiri maupun yang gratisan.
  4. Konten meruapakan hasil karya sendiri, bukan jiplakan atau copy paste dari tulisan orang lain dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
  5. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang santun tidak mengandung unsur SARA, kebencian, permusuhan, dan/atau hal-hal negatif dan tidak patut lainnya.
  6. Gaya penulisan bebas, sesuaikan saja dengan karakter dan gaya khas Anda.
  7. Satu orang blogger BOLEH mengirimkan lebih dari satu tulisan.
  8. Panjang tulisan minimal 2.000 karakter, maksimal 5.000 karakter.
  9. Isi artikel harus bisa menjawab dengan baik dan jelas 2 (dua) pertanyaan umum :
  • Sejauh mana pemahaman masyarakat akan bahaya miras bagi diri sendiri dan lingkungannya ?
  • Bagaimana peran masyarakat dalam pernyebaran akan bahaya miras dan harapannya kepada pemerintah dalam mengkampanyekan serta menyikapi bahaya miras

Jadwal:

  1. Pendaftaran artikel dimulai tanggal 10 April 2013 dan ditutup 10 Mei 2013
  2. Penjurian terhadap artikel yang masuk akan dilakukan dari tanggal 15 Mei 2013 – 30 Mei dan Pengumuman pemenang di atau melalui tweet @antiMiras_Id pada tanggal 1 Juni 2013
  3. Keputusan Juri tidak bisa diganggu gugat dan apabila dalam satu minggu ditemukan (ada laporan) kecurangan pemenang bisa dianulir

 

Langkah-langkah Pendaftaran:

  1. Daftarkan tulisan Anda ke lomba ini, dengan cara menuliskan url pada kolom komentar
  2. Wajib mempublikasikan melalui akun twitter dengan mention ke akun twitter @antiMiras
  3. Pengumuman pemenang akan dipublikasi melalui web antimiras dan akun twitter @antiMiras

Unsur-unsur Penilaian:

  1. Kesesuaian dengan tema lomba.
  2. Ketajaman analisis menjawab pertanyaan
  3. Orisinalitas ide dan tulisan
  4. Kepatuhan terhadap persyaratan dan langkah-langkah pendaftaran lomba.
  5. Gaya dan teknik penulisan.
02/17/13

Indosat Super Wifi

Deadline DRPM UI bagi para peneliti muda tinggal 1 minggu lagi namun sampai saat ini belum juga ada ide kira kira mau mengajukan proposal apa ? Server di kantor kayaknya masih malu malu untuk diajak berlari cepat alhasil dalam minggu ini sudah 3 kali dipanggil profesorku menanyakan bagaimana perkembangan Proposal Penelitian yang akan diajukan. Sesampai di kantor belum juga sempat duduk sudah kembali dipanggil untuk menghadap ketua Departemen, ternyata beliau menyodorkan sebuah tawaran dana riset yang diselenggarakan oleh DIKTI selain DRPM UI. Dengan semangat akupun segera menuju ke website DIKTI untuk mengunduh formulir proposal dan persyaratannya. Sudah terbayang didalam kepalaku bahwa aku akan meneliti Ontologi Candida albicans Pengembangan model kolaborasi berbasis interaksi dengan menggunakan konsep ontologi (collaborative network ontology).   Collaborative network ontology memungkinkan konsep ontologi dapat diterapkan pada situasi kolaborasi yang sederhana hingga situasi yang kompleks. Konsep ontologi digunakan karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya memberikan kesepahaman atas struktur informasi antar pihak, dan memungkinkan penggunaan kembali (reuse) dari domain knowledge. Konsep tersebut membentuk knowledge base yang mendukung proses kolaborasi yang efektif dan dinamis.

Pemanfaatan Collaborative network ontology dalam proses kolaborasi memungkinkan terjadinya proses kolaborasi yang efektif dan efisien. Dalam collaborative network ontology setiap elemen dan relasi pembangunnya teridentifikasi dan dapat didefinisikan dengan jelas. Sehingga tidak ada duplikasi peran, pekerjaan, dan sebagainya. Setiap partisipan pun mengetahui apa tujuan mereka, dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian pencapaian tujuan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terarah.

Begitu menyalakan komputer nasib rupanya tidak berpihak padaku dan apa mau dikata meskipun sudah menggunakan server sendiri rupanya Depok – Salemba berpengaruh sekali. Jangankan untuk multitasking membuka beberapa website untuk kepentingan penelusuran materi proposal penelitianku, untuk masuk ke halaman website DIKTI pun memakan waktu yang sangat lama sekali.

Akupun terduduk dengan sedih meratapi keadaan saat itu, membayangkan kesempatan itu akan terbuang begitu saja. Masih terbayang ucapan profesorku yang mengatakan ini kesempatan baik buat kamu selain dananya besar prioritas riset kali ini memang untuk Parasitic AIDS related diseases salah satunya adalah penyakit jamur seperti Candida albicans. Bagaimana aku bisa mencari materi jurnal tentang Pneumocystis carinii, Toxoplasma gondii, Cyclospora cayetanensis, Cryptosporidium parvum dan Candida albicans kalau dengan kondisi internet lemot seperti ini ?. Belum lagi proposal penelitian harus masuk masuk 7 hari lagi, rasanya pengen nangis membayangkan proposal yang sudah lama aku idamkan melayang. Dalam setengah rasa kecewa dan putus asa tiba-tiba aku teringat Indosat Super Wifi produk Indosat yang baru saja di launching dengan kecepatan up 20 mbps.

Riset yang akan aku kerjakan memang membutuhkan koneksi yang cepat karena setiap hasil akan di upload dalam bentuk database penyakit. Era dimana kita sangat tergantung kepada teknologi untuk mengembangkan riset di dunia kedokteran maupun untuk mengembangkan diri sesuai dengan kapasitas masing-masing. Peran peneliti muda makin meningkat dalam menunjukkan jati dirinya di berbagia aspek kehidupan serta prestasi hebat yang kemudian ditorehkan oleh perempuan di bidang yang digelutinya. Perkembangan internet, tidak bisa dipungkiri mendasari kiprah peneliti untuk bisa lebih maju menjalankan aktivitasnya dengan memanfaatkan secara maksimal jaringan internet yang ada. Internet pulalah yang kemudian menjembatani berbagai riset dan  informasi hasil riset terkini baik itu dalam database hasil mapping ataupun dalam bentuk informasi jurnal hasil penelitian. Komunikasi antar scientist juga semakin mudah dalam sharing knowledge ataupun bila menghadapi kesulitan dalam riset yang sedang dikerjakannnya menjadi lebih mudah dengan Indosat Super Wifi.

sumber

11/23/12

Kajian Kebijakan dan Upaya Penanggulangan AIDS di Asia

Siaran Pers : AIDS 2012 – Kajian Kebijakan dan Upaya Penanggulangan AIDS di Asia

Washington DC, 25 Juli 2012 – Bertempat di Mini Room 7, Walter E Washington Convention, dalam sesi Satelit “HIV in Asia – Transforming the Agenda for 2012 and Beyond” kemarin, turut hadir sebagai narasumber, Sekretaris KPA Nasional Dr Kemal N Siregar bersama dengan pembicara utama, Utusan Khusus PBB Asia Pasifik untuk AIDS, Prasada Rao dan Duta AIDS Australia, Murray Proctor. Sesi ini diselenggarakan masih dalam rangkaian Konferensi Internasional AIDS 2012 di Washington DC, Amerika Serikat, yang akan berlangsung hingga 27 Juli 2012 mendatang. Bahasan utama dalam sesi termaksud adalah bagaimana perubahan epidemi serta tren politik dan ekonomi di tingkat global dan regional berpengaruh terhadap skala prioritas dan ketersediaan sumber daya untuk penanggulangan HIV di kawasan Asia.

Banyak dirasakan saat ini bahwasanya kebijakan dan program yang telah dirancang untuk penanggulangan AIDS secara global dan regional, lebih sesuai diperuntukkan bagi epidemi HIV pada populasi umum seperti halnya di kawasan Afrika. Sementara di Asia sendiri, lebih banyak ditemukan epidemi HIV yang terkonsentrasi pada populasi kunci. Dalam diskusi ini Dr Kemal Siregar menyampaikan bahwa program penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia selama ini sudah berjalan dengan baik. Akan tetapi setelah 20 atau 30 tahun berlalu, diketahui bahwa sampai saat ini epidemi HIV di Asia sebagian besar tetap banyak ditemukan pada populasi berisiko tinggi. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan untuk mengkaji ulang dan merestrukturisasi program penanggulangan yang sudah ada sekarang untuk menjawab tantangan tersebut.

Dr Kemal Siregar kemudian menyampaikan harapan akan dukungan mitra internasional terkait kebutuhan tersebut, khususnya dukungan UNAIDS, WHO, World Bank, AUSAID dan Global Fund yang juga menghadiri pertemuan tersebut. Setidaknya Dr Kemal menyampaikan 4 (empat) hal yang membutuhkan dukungan mitra internasional. Pertama, dukungan untuk memperkuat kepemimpinan. Kepemimpinan dalam pengelolaan program penanggulangan AIDS merupakan aspek penting di negara-negara Asia. Para pengambil keputusan, baik di tingkat nasional dan maupun di daerah perlu memahami apa yang disebut dengan perilaku berisiko serta memiliki komitmen dan kebijakan dari sudut pandang kesehatan masyarakat dalam mengatasi epidemi HIV. Kedua, dukungan untuk memperkuat arah kebijakan upaya penanggulangan AIDS. Dalam lima tahun terakhir ini prinsip Three Ones secara simultan memegang peranan penting pada program penanggulangan AIDS. Dengan prinsip tersebut, Indonesia memiliki satu otoritas penanggulangan AIDS, satu rencana kerja yang komprehensif dan satu kerangka monitoring dan evaluasi untuk mengukur kemajuan bersama. Demikian pula halnya dengan komitmen Three Zeroes yang telah kita sepakati bersama baik sebagai anggota PBB untuk mencapai Zero Infeksi HIV baru, Zero Diskriminasi karena AIDS serta Zero kematian akibat AIDS.

Setidaknya 8 (delapan) anggota ASEAN termasuk Indonesia,  tahun ini telah menyepakati pentingnya kerjasama regional yang lebih erat lagi khususnya di tingkat kabupaten/kota untuk mencapai cita-cita tersebut. Diharapkan komitmen ini akan mendorong peningkatan mobilisasi dana dari dalam negeri khususnya di tingkat kabupaten/kota untuk mendukung keberlanjutan program penanggulangan AIDS di masingmasing wilayah. Dukungan ketiga yang dibutuhkan adalah untuk memperkuat ketersediaan informasi strategis untuk mengukur keberhasilan dan meningkatkan upaya penanggulangan ke arah yang lebih baik. Dan pada akhirnya dukungan keempat yang dibutuhkan adalah untuk penguatan kapasitas perencanaan strategis serta penganggaran dan pelaksanaannya, termasuk didalamnya perencanaan dan penganggaran upaya penanggulangan di dalam negeri.

Komisi Penanggulangan AIDS adalah lembaga negara berdasar Peraturan Presiden No 75/2006 dengan mandat penuh untuk melaksanakan penanggulangan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi. HIV atau Human Immunodeficiency Virus mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh akibat infeksi HIV. Hindari infeksi HIV dengan melakukan Abstinence – Tidak berhubungan seks (Selibat), Be Faithful – Selalu setia pada pasangan, Condom – Gunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko.

sumber

11/18/12

Kebab Turki Baba Rafi


Musim penghujan mulai hadir tentu saja rasa lapar berkepanjangan mulai melilit disela sela hawa dingin yang mulai menyengat. Sambil menikmati malam minggu iseng iseng muterin Bekasi buat nyari makanan yang tidak terlalu berat tapi cukup mengenyangkan. Serelah muter kesana kemari akhirnya pilihan jatuh pada makanan khas Arab yaitu Kebab Turki Baba Rafi. Mungkin secara sepintas Kebab Turki Baba Rafi ini tidaklah jauh beda dengan Kebab yang lain begitu pula dengan resepnya. Mulai dari cara membuat kebab, bentuk dan rasa Kebab Turki Baba Rafi pun sama dengan kebab yang lainnya, hanya bedanya Kebab ini mudah ditemui di mall-mall. Nah kalau hujan dan malas keluar maka Kebab ini juga bisa dibuat dengan resep yang tidak terlalu sulit. Perpaduan roti kebab atau yang disebut tortila dengan  irisan sayur, daging kebab atau daging sapi, serta tambahan saos pedas, saos tomat dan mayones, membuat resep kebab dan rasa kebab turki ini menjadi sangat enak, lezat dan special.

Resep Kebab Turki

  • Bahan kebab turki :
  • 1 lembar Tortila (roti kebab)
  • 1 sdt Margarin
  • 25 gr Bawang bombay, iris tipis
  • 25  gr Selada, iris tipis
  • 25 gr Tomat, iris tipis
  • 25 gr Timun, iris tipis
  • 50 gr Irisan daging kebab
  • 1 sdt Saus tomat, secukupnya
  • 1 sdm Mayones, secukupnya

Cara Membuat kebab turki :

  1. Tortila dipanggang sebentar di atas pan atau wajan yang sudah dioles margarin hingga muncul bercak kecoklatan, kemudian  diangkat.
  2. Tumis bawang bombay hingga agak layu.
  3. Siapkan tortila di atas piring, tata bawang bombay, selada, timun, dan tomat di tengah tortila dengan bentuk memanjang.
  4. Tambhkan saus tomat dan saus sambal secukupnya di atas sayuran.
  5. Tambahkan daging kebab di atasnya, ratakan bentuk memanjang.
  6. Tambahkan mayonese secukupnya bagi yang suka keju bisa diparut keju secukupnya di atas daging, lalu gulung tortila atau roti kebab dan padatkan.
  7. Kebab siap disantap

Kalau dirasa itu susah maka yang paling enak mari nongkrong di Bekasi Cyber Park pesen secangkir kopi dan Kebab Turki Baba Rafi dijamin ketagihan dan besok pengen balik lagi contohnya saya sudah pesen dua lho.

Kebab Turki Baba Rafi is not much different from the other kebabs as well as the recipe. From how to make kebabs, shape and taste Kebab Turki Baba Rafi was the same with the other kebabs. When the rainy season and not come out then it could be made with a recipe that is not too difficult. The combination kebab bread or tortillas with slices called vegetable, meat or beef kebabs, as well as extra spicy sauce, tomato sauce and mayonnaise, make a kebab recipes and taste Turkish kebab is a very tasty, delicious and special.

11/4/12

The Impressions of Siem Reap

The Impressions of Siem Reap

Note: This is my entry blog to the BlogFestAsia competition with the theme “Impressions of Siem Reap”. I just had the best experience during my time in Siem Reap so this article was written after staying three days in Siem Reap. 

Alhamdulillah (Thank you Allah) ! What a relief. Before I left Indonesia I had such high hopes of Cambodia I heard a bit of a negative view of the people. Siem Reap is the capital city of Siem Reap Province, Cambodia. My arrival in Siem Reap; was the beginning of the turn around part of Cambodia. Siem Reap is famous for the ancient Angkor Wat Temple built by the Khmer Empire. Luckily  I met the good taxi driver mr. Chan so he bring me to the Thunborey Hotel and promise me will picked me up wherever I want to go. I was so surprised with my first glimpses of Siem Reap! it looked so different compared to the images of Cambodia I had in mind. Now its November easy to find a good hotel, but it’s ok the blogfestasia committee arrange the hotel for the participants. The best of times the Impressions Siem Reap is chock full of tourists due to the temples of Angkor, which are Cambodia’s main draw.

sumber

After take a rest and got ready for dinner in “pub street“. Pub Street is the best in Cambodia and people usually came for  several times before they leave. Especially as it was one of the cheapest places that I know. The Cambodian food are delicious but to be careful because some them might be not halal (prohibited for muslim). So I tried special halal food called Amok, chicken fillet cooked with coconut milk with some vegetable. Wow it’s a delicious ! Siem Reap is a very touristy town and has been for quite a while so things are very geared up. There is a whole street given over to bars and restaurants which is closed to traffic in the evening and even.  Fantastic!

With a very enjoyable pancake I stopped off at the night market on the way hotel to get some water. Those people in the market were all super friendly and it only reinforced our opinion that the Cambodians here are a totally different breed. A lot of interesting lounge bars, restaurants, galleries, clothing stores can be found here and another surprised was the money, easy to pay with US dollar for everything.  The taxi driver asked may be I can just go around so I decided visiting the palace and surrounding Angkor Wat temple.  All for around US$8 only !!

The Impressions of Siem Reap

The first Blogfestasia program are visiting some places and glad our team from different part of countries my self Ajeng from Indonesia, Chamna from the Cambodia, Jun from the Philippines and Chris from Penang, Malaysia. Thanks God we have local participants Chamna she our guide and translator Khmer language. As plan, we would go to four places: Angkor Silk Farm, Landmine Museum, Tonle Sap Floating Village and the Old market. First place we went to TonleSap Floating village by tuktuk. By boat we move to the Floating village spent $10 each.

Then we went down to select boat and the driver brought us to the Vietnamese floating village. It was quite surprised to explore Vietnamese floating village on the Tonle Sap River in Cambodia. During our trip suddenly I become quite and thinking, How those people get a clean water and electrician ? I just remember Rohingya people they don’t have any proper house to stay and always run and move from one places to others. My tears drop oh God I should thanks and thanks.

It was really not a good view to see them living uncleanly on the water, poor and some of them just put some chemical on the water then boil it to drink, SIGH. How the Cambodian government allowed those Vietnamies  stay in that kind of area ? They might be spoiled  the marine environment.

After 2 hours exploring the Culture Village we went down to the market to get some food for lunch. Again hard to find a halal food for me. And we got one vegetable restaurant so I can order fried rice with corn and eggs Alhamdulillah. Our tuktuk’s come and mention it we have to harry because the other places that we suppose to visited quite far.  Then  we went to Landmine Museum but we decided not to go inside because we have to pay $3 for entrance fee.

Angkor Silk Farm is our next destination and the places really far away from the town. Oh my God I got my stomach problem in that time, so just put some oil to release the pain. We saw some of mulberry trees (nature) the places for the worms (animal)’s live are a lot in the side of road. And I thought they selling the silk for us but the didn’t. It’s suppose a good business for the farmer if they sell the good silk for the foreigner and tourist.

After 30 minutes we went to the last destination it was a  Museum called  Cultural Village Museum. The Museum almost closed we just took photo and returned to town fo find some food for dinner. Luckily I got some pancake it’s a kind of save food for my self.  All about is not show up how Siam Reap Cambodia. One day went around with Chamna I was instantly drawn to the character of Siem Reap,  Cambodia. No wonder so many people have fallen inlove with Siem Reap and have decided to come back again.  Thank you to BlogFestAsia committee for giving me a chance to come to Siem Reap to express myself through this program and also the competition.

I would like to thank to Indonesian Ministry of Foreign Affairs and ASEAN Blogger Community who provided me to come to attend Blogfestasia. The organizer committee who makes this event happened especially Kounila who arrange the things for us. The chairman of Build Bright University (BBU) Dr. In Viracheat who allowed his council to be the venue of Blogfestasia. lAST but not least my helpful groups Chamna from the Cambodia, Jun from the Philippines and Chris from Penang, Malaysia without you guys I might hard.