Featured Posts

<< >>

Tanda Tanya Hanung Bramantyo

“Saya pilih tempat di Semarang. Alasannya, karena di sana ada lima agama, tapi tidak pernah terjadi penusukan terhadap orang-orang agama. Ini sebuah film yang menceritakan kegelisahan saya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, Saya pribadi dan temen-temen yang ada di sini ingin berstatmen dalam bentuk film,”

Memaknai Arti Merdeka

Tujuh belas agustus tahun empat lima Itulah hati kemerdekaan kita Hari merdeka Nusa dan Bangsa Hari lahirnya bangsa Indonesia Merdeka

Wisata Blogger 2009 : Kenanganku

Selalu ada kenangan disetiap kejadian dan akan terasa indah manakala kita mampu memetik hikmah. Wisata Blogger 2009 dibalik setiap peristiwa itu,  menyisakan kenangan sedih dan indah bagi siapa saja yang hadir disana, yang pasti kenangan indah bersama kekasih hati selalu memberi kekuatan meskipun masih dipisahkan

Kepiting Saus Tiram

Setelah seharian memimpin praktikum Modul Gastointestinal dimana aku harus menerangkan kepada mahasiswa Protozoa apa saja yang berpengaruh pada saluran cerna manusia. Empat jam tanpa terasa bergulir dari Entamoeba histolytica sampai dengan Cryptosporidium parvum sebagai etiologi penyakit diare. Penat memang dengan metode kurikulum baru yaitu berbasis

Kembalilah Cinta

Perempuan berjilbab putih diam dalam gamangnya Kau hadir menyapa fajar dikelopaknya Penantian itu hadir menjemputnya Wajah berbinar lelah menghampirinya Aku hadir kekasihku aku datang sapanya

Say No Thanks

Fahira Idris

Ketua Gerakan Nasional Antimiras (GeNam), Fahira Idris tidak pernah berhenti mengkampanyekan gerakan moral anti miras. Setelah intensif berkampanye lewat berbagai saluran komunikasi membentuk struktur kepengurusan di berbagai wilayah provinsi dan kabupaten\kota, kini Fahira Idris menerbitkan buku “Say No, Thanks.” Buku yang diterbitkan penerbit Gramedia ini merupakan gagasan tertulis Uni Fahira bersama pejuang antimiras dalam mengkampanyekan gerakan antimiras.

Menurut Uni Fahira, selama ini promosi minuman keras begitu gencar dilakukan, sementara apa yang dilakukan oleh GeNam masih sangat terbatas seperti mendatangi sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan bahaya minuman keras bagi anak-anak dan remaja. Menyadari hal tersebut. salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menerbitkan buku. “Mudah-mudahan penerbitan buku ini menjadi salah satu cara efektif untuk mengkampanyekan gerakan antimiras,” tutur Uni Fahira yang juga calon anggota DPD RI dapil DKI Jakarta.

Secara keseluruhan, buku setebal 200 halaman lebih ini menguraikan tentang beberapa hal tentang miras seperti sejarah miras, dampak miras hingga titipan bagi orang tua agar anaknya tidak terjebak menjadi pecandu miras. Selain itu, juga diuraikan mengenai berbagai aktivitas GeNam.

Buku ini amat menarik karena dikemas  dengan gaya anak muda.  Melalui cerita bergambar serta gaya tulisan khas anak muda,  para pembaca, terutama anak-anak muda yang memang menjadi target market buku ini, akan lebih mudah memahami penjelasan yang diuraikan dalam buku ini.

Salah satu hal menarik lainnya, buku ini juga memuat gagasan-gagasan para blogger anak-anak muda tentang berbagai hal terkait dengan antimiras. Tulisan-tulisan tersebut diambil dari lomba blog yang diadakan GeNam dalam mengkampanyekan antimiras. Blogger Roni Irawan misalnya menulis “Generasi Emas Tanpa Miras” sedangkan sedangkan blogger Indarpuri mengemukakan gagasannya melalui judul “Miras dan Minol. Ibarat Etalase, Siapa yang Bisa Menutupnya.”

Istimewanya, buku ini tidak hanya menjadi buku-bukuan sich, yang sekadar memberikan informasi dan edukasi kepada para pembacanya, tapi buku ini juga menjadi sebuah tools komunikasi kampanye gerakan moral antimiras.

Menuju Pemilu Raya

22 Kandidat Capres PKS

 

Presiden PKS

2014 sudah tinggal selangkah lagi tentu saja suhu politik semakin memanas dengan bermunculan calon-calon pasangan Capres. Politik pencitraan masih saja dilakukan beberapa Capres padahal zaman sudah bergeser dan masyarakat tidak bisa dikelabuhi dengan iklan pencitraan. Popularitas yang dibangun harusnya dibarengi dengan Track Record yang baik untuk membangun kepercayaan publik.

Konvensi Capres atau Pemilu Raya banyak diadakan beberapa partai politik, lantas bagaimana dengan PKS. Election Update ke-3 PKS di JCC Senayan yang berakhir kemarin mulai membahas kandidat capres. DPW-DPW PKS seluruh Indonesia yang hadir mengusulkan ada 22 nama yang akan dipilih secara langsung dalam gelaran Pemilu Raya pada Desember mendatang.

“Kandidat yang muncul ada 22 nama. Itu kesepakatan dan keputusan forum di JCC. Nanti nama-nama itu dipilih di bawah melalui Pemira (Pemilu Raya) yang dilaksanakan akhir Desember,” kata Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini, kepada detikcom, Kamis (21/11/2013).

Jazuli lantas menyebutkan nama-nama kandidat capres PKS. Yang terkuat sampai saat ini masih Presiden PKS Anis Matta. Berikut secara lengkap, nama-nama kandidat capres yang diusulkan:

1. Anis Matta, Presiden PKS
2. Hidayat Nur Wahid, Ketua F-PKS
3. Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat
4. Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat
5. Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumatera Utara
6. Nur Mahmudi Isma’il, Wali Kota Depok
7. Salim Segaf Al Jufri, Menteri Sosial
8. Tifatul Sembiring, Menkominfo KIB II
9. Suswono, Menteri Pertanian KIB II
10. Fahri Hamzah, Anggota Komisi III DPR RI
11. Abdul Ghani Kasuba, Wagub Maluku Utara
12. Anton Apriyantono, Mantan Mentan KIB I
13. Nasir Jamil, Anggota Komisi III DPR RI
14. Sohibul Iman, Wakil Ketua DPR RI
15. Taufik Ridho, Sekjen PKS
16. Yusuf Asyhari, Mantan Menpera KIB I
17. Mahfudz Siddiq, Ketua Komisi I DPR RI
18. Mahfudz Abdurrahman, Bendahara Umum DPP PKS
19. Mustafa Kamal, Anggota DPR RI
20. Suharna Surapranata, Mantan Menristek KIB II
21. Surahman Hidayat, Anggota DPR RI
22. Untung Wahono, Ketua MPP PKS

Seluruh nama yang nantinya resmi diusulkan DPW akan mengikuti Pemilu Raya (pemira) pada 29-30 November. Pemira akan diikuti sekitar 1 juta kader PKS se-Nusantara. Sebanyak tiga hingga lima nama dengan suara terbanyak akan diserahkan kepada Majelis Syuro PKS untuk kemudian dipilih satu orang yang diusung sebagai capres resmi dari PKS. Ditargetkan, pertengahan Desember 2013 sudah ada keputusan Majelis Syuro.

sumber @pkspiyungan

Scorpion Dragon

Sejak hadirnya si Robot Hijau yang merupakan suatu operating system yang bersifat open source sehingga  memungkinkan para programmer untuk mengembangkan atau membuat aplikasi berbasis Android. Bagi kita yang beraktifas online setiap saat kehadiran Android di Indonesia sangatlah menguntungkan, karena konsumen mudah mendapatkan smartphone yang berkualitas, memiliki feature yang lengkap sesuai keinginan kita.

Teamlava mengembangkan game yang menarik yang dapat diunduh secara gratis Google Play Store antara lain Fashion Story, Bakery Story, Restaurant Story, Pet Shop dan Dragon Story. Sesuai dengan hobby memasak namun belum kesampaian untuk mendirikan toko ataupun rumah makan maka game ini bisa menjadi sarana belajar bagaimana mengelola dan mempercantik toko tersebut. Terlebih lagi kondisi perjalanan yang macet antara Bekasi dan Jakarta percayalah game ini bisa menemani kepenatan di jalan dan menghilangkan jenuh.

Dari semua game yang ditawarkan teamlava, saya paling suka Dragon Story karena merupakan tantangan tersendiri. Bagaimana probabilitas dan kemampuan mengawinkan antar dragon merupakan seni tersendiri apabila kita bisa mendapatkan jenis silang yang langka. Suatu kegembiraan apabila kita mampu menghasilkan dragon yang unik dan mahal seperti Scorpion dragon, diamond dragon atau soccer dragon. Saya ingin sharing disini karena berhasil mendapatkan beberapa dragon langka tersebut salah satunya adalah Scorpion Dragon . Selamat mencoba :)

dragon

SC20131121-032036Telur Scorpion Dragon

 

 

Kiamat Internet

Kiamat Internet di Era Informasi

RITK

Pasca disepakatinya Piagam ASEAN tanggal 15 Desember 2008 lalu, ASEAN menjadi organisasi baru dengan aturan hukum yang jelas dan memiliki legal personality, menuju terbentuknya suatu Komunitas ASEAN 2015, yang berdasarkan tiga pilar yaitu politik keamanan, ekonomi dan sosial budaya.

Sejalan dengan itu, partisipasi masyarakat dalam kegiatan ASEAN menuju dan paska Komunitas ASEAN 2015 dirasakan penting untuk mendorong partisipasi berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali blogger Indonesia dalam proses pembangunan Komunitas ASEAN.

Sebagai blogger diharapkan dapat membantu upaya memperkuat integrasi ASEAN yang bersifat kerakyatan (people centred) dan mendorong interaksi ASEAN dengan masyarakatnya yang lebih mendekatkan mereka satu sama lain.

ASEAN Blogger dalam kiprahnya diharapkan turut andil memberikan kontribusi dalam akselerasi pembangunan Telekomunikasi Informatika dan Komunikasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan kesiapan bangsa Indonesia dalam upaya sosialisasi ASEAN di era digital.

Lantas apa yang terjadi kalau Kiamat Internet itu terjadi di negara kita ?

Belajar dari keputusan yang memprihatinkan pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada kasus kerjasama penggunaan frekuensi antara Indosat dan IM2, seperti dikatakan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Nonot Harsono, bisa menjadi ancaman bagi dunia telekomunikasi. “Kalau putusan ini konsisten kepada semua jaringan, maka kiamat sudah,” kata Nonot Harsono.

Memang cukup mengagetkan keputusan pengadilan Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terkait dengan kasus kerjasama antara Indosat dan IM2 yang dianggap melanggar hukum.

Keputusan Tipikor yang menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta kepada mantan Direktur Utama IM2, Indar Atmanto, menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, terutama perusahaan ISP yang bekerjasama dengan operator pemilik izin frekuensi seperti sistem kerjasama IM2 dengan perusahaan induknya, PT Indosat, Tbk.

Majelis memutuskan terdakwa dinilai terbukti bersalah menyalahgunakan frekuensi 3G Indosat di 2,1 GHz sehingga negara dirugikan dan IM2 harus membayar kerugian negara sekitar Rp 1,3 triliun. Keputusan yang sangat fantastis  !

Sudah tepatkah keputusan pengadilan ini ? Mari kita tilik sekilas kenapa pengadilan menjatuhkan hukuman ini.

Jaksa Penuntut beranggapan bahwa tiap penyedia Internet Service Provider (ISP) harus memiliki ijin penggunaan frekuensi, berawal dari kekeliruan pemahaman jaksa dan hakim seperti seputar teknologi komunikasi inilah kasus Indosat-IM2 bergulir. Sedangkan kerjasama yang berlangsung antara Indosat-IM2 adalah sewa jaringan kepada Indosat oleh IM2 sudah sesuai dengan regulasi telekomunikasi dalam UU Nomor 36 tahun 1999.

Seyogyanya IM2 tidak harus memiliki ijin penggunaan frekuensi tersendiri. Kekeliruan pemahaman jaksa dan hakim seputar teknologi komunikasi berpotensi meluas ke industri lainnya yang akan mengancam operator penyedia layanan internet di Indonesia.

Pertumbuhan pengguna internet terus bertambah tiap tahunnya di Indonesia sehingga apabila vonis ini dijatuhkan akan berapa banyak ISP yang gulung tikar karena harus membayar ganti rugi trilyunan rupiah ? Maka Kiamat Internet tak bisa dielakkan lagi.

Ketika bertemu dengan pak Indar Atmanto dalam sebuah acara di Indosat, beliau mengatakan kemungkinan akan banding.

Asosiasi Penyedia Layanan Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan ada sekitar 286 operator penyedia layanan internet di Indonesia yang sistem kerjasamanya seperti halnya Indosat dan IM2. Sementara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Keminfo memutuskan menunda proses pengajuan izin baru, penyesuaian izin, izin frekuesi sampai batas waktu yang tidak ditentukan demi menghormati putusan pengadilan. Karena apabila putusan majelis hakim pada kasus IM2 bertahan, bukan tidak mungkin ISP lain akan kena sangsi yang sama.

Masyarakat yang sudah melek IT seharusnya didukung dengan fasilitas internet yang tepat guna, cepat dan murah. Pertumbuhan sosial media seperti blog, twitter, facebook dan jejaring sosial lain memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat.

Melalui sosial media movement mampu menjembatani program pemerintan dengan masyarakat melalui dialog terbuka yang transparan. ASEAN Blogger dalam kapasitasnya menjadi wadah untuk mengajak masyarakat lebih siap menghadapi Komunitas ASEAN 2015 dimana pasar bebas yang terbuka menjadikan persaingan antar sesama negara ASEAN.

Sehingga sangatlah aneh kalau para pengguna internet ini justru tidak diimbangi dengan akses internet yang yang sehat demi menuju Menuju Indonesian Information Society 2015 dimana informasi menjadi sebuah kekuatan.

Festival Keraton ASEAN

FKMA

FKMA1

Festival Keraton dan Masyarakat Adat #FKMA2013 kedua berlangsung di Mataram, Lombok pada 25-28 Oktober 2013 kerja sama antara Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Adapun acara FKMA ini bertujuan mempererat kekerabatan masyarakat adat dan melestarikan cagar budaya serta memberikan kontribusi pada pembentukan Komunitas ASEAN 2015.  Lebih dari seratus perwakilan keraton se-ASEAN dan nusantara akan hadir pada perhelatan akbar ini yang meliputi Seminar, konferensi para raja serta pemangku adat, festival kuliner, pameran, serta pentas seni.

FKMA2

Hal ini menunjukkan adanya kepedulian dan partisipasi dari masyarakat khususnya para raja/sultan dan pemangku adat dalam mewujudkan Komunitas ASEAN 2015. Keberadaan keraton dan pemangku adat dipandang masih memiliki pengaruh pada masyarakat karena merupakan simbol dari budaya dan tradisi dari masing-masing masyarakatnya yang diharapkan berperan aktif menuju Komunitas ASEAN 2015. Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asia Tenggara ini diharapkan dapat merumuskan peran keraton dan masyarakat adat dalam mendorong identitas ASEAN melalui pengenalan seni tradisional dan budaya serta people to people contact.

FKMA3

Dengan thema Peran Budaya dalam Memperkuat dan Mendukung Komunitas ASEAN dibuka secara resmi oleh  Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja, MA Dirjen ASEAN yang dilanjutkan dengan seminar Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 yang dilakukan paralel dengan pembicara Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja, MA  Dirjen ASEAN dan Prof.DR.Andrik Purwasito, Guru Besar FISIP UNS Solo kepada para Raja/Sultan, pemangku adat dan masyarakat Mataram. Sedangkan di lain ruang dengan pembicara Duta Besar Bagas Haptoso ex Deputy ASEAN Secretary dan saya sendiri selaku Sekjen ASEAN Blogger Commnity.

Pada kesempatan kali ini pak Bagas Hapsoro mengupas garis besar mengenai pembentukan Komunitas ASEAN 2015 yang mana diharapkan peran serta seluruh masyarakat untuk mempersiapkan. Sedangkan saya sendiri memberikan ulasan ASEAN Blogger Community : Kontribusi melalui teknologi informasi dalam pembentukan Komunitas ASEAN 2015 dengan mengajak para pegiat online untuk berperan aktif menciptakan kawasan ASEAN cinta damai.

 Diskusi yang sangat menarik dihadiri beberapa komunitas yang ada di Mataram Komunitas ON|OFF Lombok, Komunitas Bloger Sasambo, Komunitas Sheila Gank Lombok, dan Forum Lingkar Pena Mataram. Lombok merupakan potensi wisata luar biasa yang belum banyak diexpose sehingga kewajiban bagi blogger untuk memperkenalkan wisata Lombok. Sesuai dengan deklarasi Mataram yang mencanangkan Mataram go Internasional.

Kopdar Blogger Lombok